Patut Dipuji! SMAN Plus Provinsi Riau Gelar Seleksi Penerimaan Murid Baru: Apa Kata Kepala Sekolah?

160

dutapublik.com, PEKANBARU – SMAN Plus Provinsi Riau menggelar Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2025/2026.

Sekolah ini dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan di Provinsi Riau, dengan banyak alumninya yang diterima di berbagai perguruan tinggi ternama, baik di dalam maupun luar negeri.

Tim DPW-FRN (Dewan Pimpinan Wilayah – Fast Respon Nusantara Counter Polri) melakukan kunjungan ke SMA Negeri Plus Provinsi Riau yang beralamat di Jalan Kubang Raya No. 1447, Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

Dalam kunjungan tersebut, Tim DPW-FRN berhasil mewawancarai Kepala Sekolah SMAN Plus Provinsi Riau, Edi Sutono, M.Pd., pada Selasa, 22 April 2025.

Edi Sutono menjelaskan bahwa SMAN Plus Provinsi Riau dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti asrama, perpustakaan, laboratorium, dan lapangan olahraga. Ia juga menyebutkan bahwa ada lima sekolah unggulan milik Pemprov Riau, yaitu: SMAN Plus Provinsi Riau, Sekolah Pintar Provinsi Riau di Kuantan Singingi, Sekolah Khusus Olahraga (SKO), SMK Negeri Pertanian Provinsi Riau, dan Sekolah Perikanan Provinsi Riau di Dumai.

Pendaftaran SPMB dibuka dari 25 Februari hingga 25 Maret 2025. Pengumuman kelulusan administrasi dilakukan pada 10 Maret 2025. Calon siswa yang lulus administrasi kemudian mengikuti tes pada 14–20 April 2025. Hasil akhir diumumkan pada 28 April 2025. Untuk tahun ini, kuota SMAN Plus Provinsi Riau adalah 200 siswa.

Para calon siswa akan menjalani tes akademik berbasis Computer Based Test (CBT) serta tes kemampuan komunikasi berbahasa Inggris.

Menurut Edi Sutono, SMAN Plus Provinsi Riau memiliki visi untuk menghasilkan lulusan yang berprestasi, berdaya saing global, berwawasan kebangsaan, berkarakter, peduli lingkungan, serta menjunjung tinggi budaya Melayu. “Kami ingin menciptakan sumber daya manusia Riau yang tetap menjunjung jati dirinya namun mampu bersaing secara global,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa visi tersebut sudah tercapai, terlihat dari partisipasi siswa dalam berbagai ajang nasional dan internasional. “Lulusan dari SMA Plus ini diarahkan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi favorit seperti ITB, UGM, dan lainnya,” tambahnya.

Mengenai pembentukan karakter, Edi mengakui bahwa anak zaman sekarang cukup sulit diarahkan. Namun melalui sistem asrama, pembentukan karakter lebih efektif. “Anak-anak dibina dalam hal religiusitas, seperti salat lima waktu, pendalaman agama, kedisiplinan, kejujuran, daya juang, dan semangat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa ada tiga komponen utama dalam kelulusan dari SMAN Plus Provinsi Riau: akademik yang kuat, karakter yang baik, dan religi yang mendalam. “Dengan budaya Melayu yang kental, nilai-nilai religi menjadi bagian dari keseharian siswa, bahkan ketika mereka sudah kuliah nanti, budaya itu tetap melekat,” jelasnya.

Penempatan siswa di asrama juga diatur sedemikian rupa. Asrama 1 dan 2 ditempati oleh siswa putra dan terletak di bagian depan. Sementara itu, asrama 3 dan 4 untuk siswi putri ditempatkan di area lebih dalam demi menjaga privasi. Akses jalan pun dipisahkan agar tidak bercampur.

“Harapan orang tua tentu anaknya berprestasi, berkarakter, dan religius. Dan kami sebagai guru berharap, jika sudah diberi kepercayaan, maka lihatlah hasilnya. Tidak perlu menunggu tiga tahun, dalam enam bulan pun perubahan sudah bisa terlihat,” tegasnya.

Edi Sutono juga menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang telah bersinergi dengannya. “Mari kita terus bersinergi tanpa memandang siapa diri kita.”

Menutup wawancara, Edi Sutono kembali menegaskan tiga pilar kelulusan dari SMAN Plus Provinsi Riau: akademik yang unggul, karakter yang kuat, dan religiusitas yang baik. (NH)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *