dutapublik.com, KARAWANG – Proyek pembangunan perbaikan bantaran sungai Ciherang yang terancam longsor di beberapa titik sudah mulai dilaksanakan pengerjaannya. Proyek pembangunan yang dilakukan oleh pihak kontraktor dari CV Mudya Nusantara ini baru memulai tahap awal pengerjaan yaitu pengerukan dan pemasangan bronjong disepanjang kurang lebih 200 meter yang terletak di RT 03 RW 04 Dusun Kertajaya Desa Balonggandu.
Proyek Perbaikan Bantaran Sungai Ciherang
Dari keterangan yang berhasil dihimpun di lokasi, bahwa tahap awal pembangunan perbaikan bantaran sungai Ciherang difokuskan pada dua titik di Rt 03 Rw 04 yang dinilai sangat parah dan membahayakan pemukiman warga yang berada persis di samping bantaran sungai tersebut.
Seperti diketahui sebelumnya bahwa pada dua titik tersebut beberapa rumah warga dan jalan poros penghubung antar desa sangat rawan terhadap ancaman bahaya longsor.
Anto Suheryanto kepala desa Balonggandu saat meninjau lokasi pembangunan mengatakan kepada awak media dutapublik.com bahwa pihaknya sangat bersyukur pembangunan perbaikan bantaran sungai Ciherang mendapat respon yang cepat dari Pemerintah.
Hal ini tidak terlepas dari upaya keras yang dilakukan oleh jajaran Pemdes Balonggandu serta dukungan doa seluruh warga dalam mengajukan usulan pembangunan ke Pemerintah pusat. “Alhamdulillah akhirnya pembangunan perbaikan bantaran sungai Ciherang dapat dilaksanakan sesuai dengan yang kita harapkan, ini merupakan hasil upaya keras jajaran Pemdes serta berkat dukungan dan doa dari seluruh warga dalam mengusulkan pembangunan ke Pemerintah pusat,” paparnya.

Kades Balonggandu Saat Memberi Semangat Pekerja Proyek
Lebih jauh Anto Suheryanto mengatakan bahwa dengan dibangunnya perbaikan bantaran sungai Ciherang, diharapkan ancaman bahaya longsor terhadap beberapa rumah penduduk serta jalan poros penghubung antar desa dapat diminimalisir.
“Semoga dengan adanya pembangunan perbaikan bantaran sungai Ciherang ini akan mengurangi ancaman bahaya longsor terhadap rumah warga serta terhadap jalan poros penghubung antar desa,” imbuhnya.
Sementara itu Riki dari pihak kontraktor CV Mudya Nusantara mengatakan bahwa pengerjaan proyek yang dikerjakan oleh pihaknya merupakan mitra kerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS ) Citarum.
Dalam proses pengerjaan proyek tersebut pihaknya juga menjalin kerjasama dengan aparat pemerintah setempat serta jajaran pengurus Karang Taruna Genta Remaja desa Balonggandu, termasuk diantaranya memberdayakan warga setempat dalam pengerjaan proyek tersebut.
“Proyek ini merupakan kerja sama pihak kami dengan BBWS Citarum dengan masa pelaksanaan 180 hari, kami pun menjalin kerjasama dengan aparat pemerintah setempat serta pengurus karang taruna, bahkan kita memberdayakan warga setempat untuk ikut kerja di proyek ini,” katanya.
Riki berharap pengerjaan proyek tersebut dapat berjalan lancar dan dapat selesai sesuai dengan yang telah direncanakan.
“Kita berharap pengerjaan proyek ini dapat berjalan lancar dan selesai sesuai jadwal. Karena hal tersebut merupakan kredit poin bagi kami dalam mengerjakan proyek pembangunan yang lainnya,” pungkasnya. (Endang Andi)





