Pemkab Cianjur Bersama Dinas Terkait Berkomitmen Dongkrak IPM Lebih Meningkat

414

Kadisdikpora Kabupaten Cianjur H. Akib Ibrahim pada kegiatan Desa Manjur di Mekarmulya Cikalongkulon

dutapublik com, CIANJUR – Pemerintah Kabupaten (pemkab) Cianjur bersama dinas terkait berkomitmen tingkatkan IPM (Indek Pembangunan Manusia) di Kabupaten Cianjur supaya lebih baik. IPM terdiri dari pendidikan, kesehatan, dan daya beli. ungkap Bupati Cianjur H. Herman Suherman, di sela kunjungannya dalam program desa manjur, di desa Mekarmulya kecamatan Cikalongkulon kabupaten Cuanjur Jawa Barat. Kamis (1/9).

Bupati berpesan kepada kepala desa dan warga masyarakat agar secara bersama-sama meningkatkan IPM dan menurunkan stunting.

” Pesan-pesannya tadi sudah saya sampaikan, saya titip agar kepala desa dan warga masyarakat senantiasa bersama – sama dalam rangka meningkatkan IPM dan menurunkan stunting. Insya Allah IPM kita, bidang pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat ditingkatkan dan stunting diturunkan, Insya Allah masyarakat kita akan menjadi masyarakat sejahtera dan Cianjur akan lebih manjur, ” ungkapnya.

Disoal tentang berapa target capaian IPM Cianjur dan berapa lama waktu yang diperlukan, bupati menjawab dengan santai dan penuh percaya diri, secepatnya dan setinggi mungkin.

” Ya targetnya ingin secepat-cepatnya dan setinggi-tingginya, tapi saya yakin dengan anggaran terbatas dan fokus akan lebih cepat, ” ucapnya.

Di tempat terpisah kepala dinas kesehatan kabupaten Cianjur, dr. Irvan Nur Fauzi, saat dikonfirmasi terkiat peningkatan IPM Cianjur di bidang kesehatan, mengatakan  bahwa dewasa ini IPM bidang kesehatan di kabupaten Cianjur sudah ada progres namun masih ada yang harus diperbaiki.

“Untuk IPM memang kita ada kemajuan,  tetapi tentunya masih perlu kita perbaiki. Di sektor kesehatan, kami hari ini membawa langsung pelayanan mendekati masyarakat, yaitu pelayanan cekas (Cek kesehatan). Seluruh masyarakat silahkan skrining kesehatan untuk menjaga kesehatannya. Tentunya dengan menjaga kesehatan, mengetahui faktor resiko,  penyakit-penyakitnya, sehingga bisa hidup lebih sehat , lebih berkualitas dan panjang umur, dan UHH nya akan meningkat, ” Paparnya.

Menyinggung soal pelayanan BPJS di kabupaten Cianjur ia menjelaskan bahwa keikutsertaan BPJS sudah mencapai 86% dan targetnya akan terus ditingkatkan sampai pada titik 98% pada tahun 2024.

“Untuk masyarakat yang sudah ikut kepesertaan BPJS itu 86% dan harapannya terus menerus ditingkatkan,  target 98% di tahun 2024 kita mengejar  ke sana, ” tandasnya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa target IPM bidang kesehatan, UHH (usia harapan hidup) meningkat dari 70 di tahun ini, meningkat mencapai angka 71
di tahun mendatang.

“Kita hari ini UHH di 70 mudah-mudahan bisa beranjak di 71,” harapnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, kepala dinas pendidikan pemuda dan olahraga (Disdikpora) kabupaten Cianjur H. Akib Ibrahim, mengatakan bahwa IPM bidang pendidikan kabupaten Cianjur dilihat dari indikator lamanya sekolah dan tingkat melanjutkan, peserta didik baru dalam PPDB tahun pelajaran 2022/2023 mengalami peningkatan.

“Khusus untuk indek pendidikan kita sudah melangkah bagaimana meningkatkan lama sekolah,  jadi seluruh lembaga pendidikan yang ada di bawah kita, sudah digerakkan untuk menampung peserta didik dari yang formal maupun yang non formal, ” kata kadisdikpora.

Lanjutnya, bahwa konsep peningkatan IPM bidang pendidikan sudah digaungkan dan dijalankan bersama jajaran disdikpora Kabupaten Cianjur.

“konsep peningkatan IPM sudah dilakukan, dan hasilnya alhamdulillah di tingkat SD jumlah peserta didik baru melonjak naik dari 431.000 menjadi 453.000, begitupun lulusan SD yang masuk ke SMP juga ada kenaikan, lulusan SMP yang masuk ke  SMA juga sama ada kenaikan, dan kita sudah berkomitmen bagi anak-anak yang tidak melanjutkan by name by adres ditelusuri, untuk didorong agar melanjutkan, ” paparnya.

Disoal mengenai peningkatan kualitas pendidikan, ia menjelaskan bahwa ada dua faktor penting sebagai penunjang bagi kemajuan pendidikan yang harus di kedepankan. Menurutnya faktor guru dan sarpras menjadi faktor penting dalam pendidikan.

“Guru dan sarpras menjadi faktor penting. Untuk sarpras di tingkat dasar, sebagaimana tadi sudah disampaikan, bahwa kita memang setelah dievaluasi ke lapangan yang rusak cukup banyak,

saat ini. Kita bertahap berusaha untuk memperbaiki dan mencari anggaranya dari pemerintah pusat lewat DAK, dari pemerintah Kabupaten lewat DAU dan sebagainya. Memang ini tantangan berat untuk memperbaiki kualitas kondisi pembelajaran, ” pungkasnya. (Hans).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *