Pergantian Sekum NPCI Kabupaten Bekasi, Norman Yulian: Ada Intervensi Dan Skenario Besar Dalam Merampas Jabatan Saya

550

dutapublik.com, BEKASI – Terkait gaduhnya pergantian posisi jabatan Sekertaris Umum National Paralympic Committe Indonesia (NPCI) Kabupaten Bekasi, saat ini menjadi polemik di masyarakat Kabupaten Bekasi. Diduga ada oknum intelektual yang bermain dan membuat kegaduhan di tubuh NPCI Kabupaten Bekasi secara masif.

Pasalnya, banyak bertabur karangan bunga yang terpampang di kantor sekertariat NPCI Kabupaten Bekasi, seolah olah penetapan Sekertaris Umum NPCI Kabupaten Bekasi yang baru sudah dilantik dan ditetapkan secara sah.

Mirisnya lagi, Norman Yulian yang saat ini sedang melakukan ibadah haji, dalam keterangannya kepada wartawan menjelaskan, dirinya tidak tahu apa yang menjadi kesalahannya. Sedangkan di internal NPCI Kabupaten Bekasi baik-baik saja, dirinya menganggap ada skenario besar yang dilakukan serta adanya intervensi yang kuat dari luar oleh oknum oknum yang menghendaki Norman Yulian keluar dari jabatan Sekertaris Umum NPCI Kabupaten Bekasi.

Norman juga mengatakan, secara AD/ART organisasi pergantian dirinya tidak sesuai dan terkesan dipaksakan, saat dihubungi lewat telpon selulernya pada Senin (11/7).

“Hari ini ketika saya sedang beribadah haji ternyata ada intervensi yang sangat kuat untuk mengganti posisi saya, padahal kalau dilihat, saya bingung salah apa? selama ini kan berupaya memajukan NPCI dari mulai nol. Saya berada di NPCI kurang lebih selama 12 tahun. Saya mantan atlet angkat berat tahun 2010 dan meraih medali emas di Peparda yang ke-3 di Bandung. Jadi saya sangat merasa didzalimi dan saya juga bingung ini kenapa kok seperti ini, padahal NPCI sebenarnya baik baik aja, kan terbukti di Peparda meraih juara, terus di Peparnas atlet kita terbanyak penyumbang medali ke Jawa Barat.”

“Terus salah saya di mana? Terkait banyaknya pemberitaan kita kan tinggal menjawab kan, selama ini kta gak ada masalah, semua baik-baik saja, atlet juga baik-baik saja, tidak ada masalah di dalam internal kita, tapi yang di luar yang selalu mempersalahkan, seperti ada demo eksploitasi, ini juga saya bingung, siapa yang di eksploitasi? anak-anak atlet juga semua nyaman di NPCI, gak ada masalah apa-apa di NPCI. Dengan kejadian ini saya tinggal mengambil hikmahnya mudah-mudahan kita ada dalam posisi yang benar, semoga akan kebenaran akan terungkap,” bebernya.

Dari beberapa karangan bunga yang terpampang di depan kantor sekertariat NPCI Kabupaten Bekasi, yang dikirim dari beberapa orang, ada dari Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, ada dari para ketua LSM dan yang lainnya bahkan dari Pj. Bupati Bekasi Dani Ramdan yang memberikan ucapan selamat kepada Anwar AS sebagai Sekertaris NPCI Kabupaten Bekasi yang baru dan pada Senin (11/7), NPCI Jawa Barat telah mengeluarkan surat pemberitahuan kepada Disbupora Kabupaten.

Supriatna Gumilar, selaku Ketua NPCI Jawa Barat yang sebelumnya telah menegaskan dalam wawancaranya kepada wartawan, bahwa dirinya tidak pernah mengeluarkan Surat Keputusan yang baru atas pergantian Sekertaris Umum NPCI Kabupaten Bekasi kepada siapapun dan tidak pernah tahu siapa pengganti Norman Julian, pada Sabtu (9/6).

“Yang jelas NPCI Jawa Barat belum pernah mengeluarkan SK pergantian Norman Julian kepada siapa itu namanya kenal juga gak. Intinya, itupun saya pasti akan bertabayun dulu menanyakan isi permasalahannya seperti apa. Tidak pernah saya mengeluarkan sampai tanggal ini, detik ini, hari ini, jam ini, belum pernah saya mengeluarkan SK pergantian Sekum NPCI Kabupaten Bekasi,” tegasnya, seperti dikutip dari Rajawalinews.online.

Sementara, awak media mencoba meminta keterangan Ketum NPCI Kabupaten Bekasi Kardi Leo, lewat telepon selulernya mengatakan, bahwa dirinya akan meminta arahan kepada pengurus npci Jawa Barat.

“Bang saya lagi di Bandung di Jabar, saya kan ke Jabar, saya akan memberikan sanksi organisasi dulu, kita minta arahan Jabar abang ku, SK mah ntar nunggu arahan Jabar dulu,” ucapnya.

Sementara, salah satu Ketua Umum Ormas di Kabupaten Bekasi menuturkan, terkait karangan bunga yang sudah beredar, merupakan tindakan provokasi dan membuat gaduh satu induk lembaga olahraga disabilitas, yakni NPCI Kabupaten Bekasi.

Info beredar, pesanan karangan bunga dipesan oleh oknum tanpa konfirmasi ke pihak yang bersangkutan. Salah Satunya Ketua Ormas yang namanya tidak mau disebutkan pernah ditawari untuk membuat ucapan karangan bunga, namun tidak bersedia, karena tidak ada kejelasan. (SS)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *