dutapublik.com, PROBOLINGGO – Tradisi Ancak Agung salah satu budaya dan kebiasaan masyarakat khususnya masyarakat Desa Sokaan kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo saat menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (25/10).
Tradisi Ancak Agung yang membudaya di lingkungan pondok pesantren Nurud Da’wah sudah berlangsung selama 8 tahun, ragam Ancak Agung yang ditampilkan masyarakat beragam bentuk dan rupanya, buah buahan dan sayur sayuran melingkari susunan Ancak Agung ditambah dengan hiasan hiasan yang sangat unik.
Pantauan media dutapublik di lokasi tanpak umat yang hadir membawa ancak yang terbuat dari pelapah pohon pisang yang di bentuk sekian rupa agar terlihat unik. Hal ini di lakukan untuk menambah kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW
Tampak hadir di lokasi pengasuh pondok pesantren Nurud Da’wah Kyai Syaiful Bahri SF yang didampingi dewan pengasuh Kyai Mawardi Sifa’ beliau menyampaikan Tradisi ancakan ini diharapkan sebagai bahan dasar untuk memelihara iman dan taqwa kepada Allah SWT dan mengingat lahirnya Nabi Muhammad SAW, nabi terakhir yang membawa umat Islam ke jalan terang benderang.
“Ancakan ini bukan semata-mata kegiatan seremonial saja, tapi didasarkan karena kita ingin memberikan rasa cinta kita, rasa keinginan kita untuk senantiasa menyambung dengan nabi besar Muhammad SAW,” ujar dewan pengasuh Kyai Mawardi Sifa.
Ratusan umat terlihat khusu’ saat Pembacaan maulid diba’ terutama saat Mahallul Qiyam. Dengan kepala tertunduk dan hati yang hadir, linangan air mata mengalir membasahi pipi karena teringat akan pribadi Rasulullah. (SNR)


