PMI Ilegal Rekrutan PT Dasa Keluhkan Nasib Buruknya, Sakit Tidak Pernah Diobati

477

dutapublik.com, BANDUNG – Korban dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus perekrutan tenaga kerja di negara tempatan timur tengah seolah terus tiada henti. Di saat pemerintah masih memberlakukan moratorium terkait pengiriman PMI (Pekerja Migran Indonesia) ke timur tengah, diduga marak terjadi kesewenang-wenangan dan intimidasi yang terus terjadi sehingga seorang PMI mengalami sakit dan tidak pernah dibawa ke dokter atau pun dikasih obat.

Paspor Atas Nama Susanti

Salah satunya PMI bernama Susanti asal Kota Bandung yang diduga diberangkatkan secara unprosedural ke negara Arab Saudi melalui perekrut Asep/Ida dari PT Dasa. Susanti mengaku kepada awak media dutapublik.com, kalau sakit tidak pernah dibawa ke rumah sakit dan tidak dikasih obat. Ia sering mengeluh tapi tidak pernah direspon.

“Saya disini cape kerja di rumah tiga lantai sendirian, makan pun jarang dikasih, kalau sakit tidak dibawa ke dokter atau pun dikasih obat, saya minta mie atau cemilan pun tidak pernah dikasih majikan, terus WiFi harus bayar tiap bulan,” ucap Susanti, Sabtu (21/1).

Susanti menuturkan bahwa awal pemberangkatan dirinya bekerja ke Arab Saudi dengan cara membuat paspor yang mana tahun kelahirannya dibuat lebih tua.

“Saya dituain dari kelahiran 2001 jadi 1999, ketika mau terbang kita suruh nunggu tiga jam dan gak boleh keluar dari mobil. Paspor dituain dari 2001 jadi 1999 pas medical kedua ditolak karena umurnya belum pas tapi tetep dipaksain gimana caranya bisa terbang. Lalu sebelum terbang nginep di penampugan. Lalu usai berangkat dari penampungan, kita semalaman di bandara kita suruh nunggu gak boleh keluar 3 jam,” jelasnya 

Atas kejadian ini, diduga kuat pihak pemroses/sponsor menabrak aturan pemerintah berdasarkan Kepmenaker No. 2015 tentang penghentian dan pelarangan pekerja migran Indonesia pada pengguna perseorangan ke negara negara kawasan timur tengah.

Sementara itu saat dikonfirmasi awak media lewat WhatsApp, pihak perekrut/sponsor tidak memberikan jawaban hingga berita ini dipublikasikan. (RS)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *