PMI Non Prosedural Timur Tengah Asal Desa Pagadungan Pulang, Kades H. Olim Jemput Langsung Ke Bandara Soetta

388

dutapublik.com, KARAWANG – Apresiasi dan Angkat Topi, itulah ungkapan yang pantas ditujukan kepada Kepala Desa Pagadungan Kecamatan Tempuran Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat, H. Olim Ridwanullah. Pasalnya, H. Olim sangat peduli kepada warganya.

Salah satu bentuk kepedulian H. Olim, ketika mendengar kabar bahwa warganya diberangkatkan secara non prosedural ke Timur Tengah untuk dijadikan asisten rumah tangga, H. Olim terus melakukan koordinasi dengan posko pengaduan PMI media dutapublik.com, untuk memperjuangkan agar warganya tersebut bisa dipulangkan ke tanah kelahirannya.

Akhirnya, pada Jumat (3/2), PMI (Pekerja Migran Indonesia) non prosedural Timur Tengah asal Desa Pagadungan, yaitu U, bisa pulang ke kampung halamannya yang dijemput langsung oleh Kades H. Olim di Bandara Internasional Soekarno Hatta, didampingi tim media dutapublik.com.

Saat diwawancarai, H. Olim mengatakan, bahwa tujuan dirinya bersedia menjemput langsung U, tiada lain karena rasa tanggung jawab dirinya sebagai Kepala Desa yang harus peduli kondisi warganya.

Keterangan Gambar 2: Saat Di Kediaman PMI U

“Ini adalah warga saya. Saya punya kewajiban untuk menolongnya. Tidak peduli latar belakangnya seperti apa. Alhamdulillah saya didampingi tim media dutapublik.com, bisa nyampe Bandara Soetta untuk jemput U. Terima kasih banyak tim media dutapublik.com, yang sudah bersedia membantu,” tuturnya, saat di Bandara Soetta.

Dengan kejadian tersebut, H. Olim berharap, agar Dinas terkait, dalam hal ini Disnakertrans Kabupaten Karawang, memberikan sosialisasi kepada semua masyarakat yang ada di lingkungan Kabupaten Karawang, terkait Kepmenaker RI nomor 260 Tahun 2015 tentang Penghentian dan pelarangan penempatan Tenaga Kerja Indonesia pada pengguna perseorangan di negara-negara kawasan Timur Tengah.

“Minimal sosialisasi itu dalam bentuk tulisan yang disampaikan kepada pihak desa, agar nantinya kami mengerti dan akan kami sosialisasikan kepada warga kami, bahwa bekerja sebagai pembantu di Timur Tengah itu dilarang pemerintah,” ujarnya.

H. Olim mengimbau kepada para sponsor yang akan memberangkatkan warganya untuk bekerja di luar negeri, agar menghadap langsung kepada pihak Pemdes untuk memberikan penjelasan.

Keterangan Gambar 3: Sanak Saudara Saat Menyambut Kepulangan PMI U

“Sponsor jangan memanfaatkan calon PMI untuk laporan ke pihak Pemdes. Yang kami harapkan sponsornya langsung datang, karena kami tidak akan mempersulit jika memang sesuai aturan pemerintah,” imbaunya.

Sementara, U, mengucapkan terima kasih kepada Kades H. Olim dan tim media dutapublik.com, yang sudah membantu dirinya pulang ke Indonesia.

“Terima kasih banyak kepada tim media dutaplik.com, yang sudah membantu kepulangan saya. Khususnya kepada Pak Kades H. Olim yang sudah sudi menjemput saya di Bandara Soetta. Sungguh saya sangat terharu saya bisa ditolong.”

“Kepada temen atau saudara saya, jangan sampai mau bekerja jadi pembantu di Timur Tengah, lebih baik nyari pekerjaan di negara sendiri. Saya sudah rasakan pilunya jadi pembantu di Timur Tengah,” ucapnya. (E. Bule)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *