dutapublik.com, PROBOLINGGO – Kecewa dengan kebijakan Presiden Joko Widodo yang menaikkan harga BBM, mahasiswa terus menggelar aksi penolakan. Salah satunya yang digelar puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Probolinggo, Kamis (8/9).
Unjuk rasa dilakukan di depan kantor DPRD Kabupaten Probolinggo sekitar pukul 14:00 WIB. Sebelum melakukan orasi di depan kantor DPRD Probolinggo, mereka melakukan longmarch dari lapangan Pajarakan.
Sesampainya di depan kantor DPRD probolinggo, massa langsung melakukan orasi. Dari atas mobil komando bermuatan sound system, para mahasiswa bergantian melakukan orasi.
Koordinator aksi Abdul Rozak mengatakan dalam orasinya bahwa aksi demo ini digelar guna meminta pemerintah pusat untuk meninju kenaikan harga BBM bersubsidi
“Kami kesini demi rakyat, untuk kesejahteraan rakyat dan dan untuk kemaslahatan rakyat Indonesia, kami berharap anggota dewan probolinggo dapat mendengar jeritan masyarakat karena naiknya harga BBM bersubsidi,” katanya saat orasi.
Para mahasiswa yang menggelar aksi demo tersebut ditemui Anggota DPRD Probolinggo, Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Probolinggo, Supoyo. Ia mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa yang mengelar aksi dengan tertib.
“Kami ucapkan selamat datang kepada anggota aksi yang sudah tertib menyuarakan aspirasinya, dan kami menerima semua aspirasi yang sudah di sampaikan, dan secepatnya akan kami proses dan menyampaikan kepada pemerintah pusat yang punya wewenang penuh,” ujar Supoyo saat menemui peserta aksi.
Seusai aksi, para polisi yang mengamankan peserta aksi langsung membersihkan sisa-sisa sampah yang berada di lokasi demo. (Sinar)




