Poging Jentik Nyamuk di Kampung Pamundayan, RT 003/003: Kolaborasi Pemerintah Desa, Puskesmas, dan Aktifis Kesehatan

322

dutapublik.com, BEKASI – Labansari, Kamis 3 Juli 2025 Dalam upaya mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD), Pemerintah Desa Labansari bersama Puskesmas Cipayung dan aktifis kesehatan masyarakat melakukan kegiatan poging jentik nyamuk di Kampung Pamundayan RT 003/003, pagi tadi.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Labansari, Amak Gozali, didampingi oleh Bidan Niya dari Puskesmas Cipayung beserta tim kesehatan, serta aktifis lingkungan Agud. Warga setempat juga turut berpartisipasi aktif.

Poging (pengasapan dan pemberantasan jentik) dilakukan dengan menyisir rumah-rumah warga, bak penampungan air, selokan, dan lingkungan sekitar untuk mendeteksi serta memberantas sarang nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.

> “Pemberantasan sarang nyamuk adalah tanggung jawab bersama. Kegiatan ini sebagai bentuk nyata kepedulian pemerintah desa terhadap kesehatan warga,” ujar Amak Gozali.

Keterangan Gambar: Saat Poging di Kp Pamundayanl

Ia juga mengimbau agar warga selalu menjaga kebersihan lingkungan.

> “Saya mengajak seluruh warga Desa Labansari, khususnya Kampung Pamundayan, untuk terus menjaga kebersihan lingkungan. Jangan biarkan air tergenang, bersihkan selokan, dan buang sampah pada tempatnya. Kesehatan berawal dari rumah,” tegasnya.

Bidan Niya dari Puskesmas Cipayung menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari langkah preventif untuk menekan angka kasus DBD, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

> “Kami dari Puskesmas Cipayung akan terus mendukung kegiatan seperti ini. Pencegahan jauh lebih baik dan lebih murah daripada pengobatan,” ujar Bidan Niya.

Sementara itu, aktifis kesehatan Agus menambahkan pentingnya edukasi kepada warga agar tidak hanya bergantung pada fogging.

> “Kami ingin masyarakat sadar bahwa DBD bisa dicegah sejak dari rumah. Pemeriksaan jentik harus jadi kebiasaan,” katanya.

Selain poging, dan melakukan edukasi langsung mengenai cara pemberantasannya. Warga menyambut baik kegiatan ini dan ikut membersihkan lingkungan mereka secara gotong royong.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan angka kasus DBD di Desa Labansari, khususnya Kampung Pamundayan, dapat ditekan secara signifikan. (Sam,Zabar)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *