dutapublik.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik tambang ilegal yang masih marak terjadi di berbagai daerah. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul laporan bahwa aktivitas ilegal tersebut tidak hanya belum berhenti, tetapi justru semakin meluas.
Dengan nada tegas, Presiden mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai, maraknya tambang ilegal telah mencoreng wibawa pemerintah serta menunjukkan ketidaksinkronan antara perintah pusat dan pelaksanaan di lapangan. “Berarti menjatuhkan harga diri saya sebagai Presiden,” ujar Prabowo di hadapan awak media.
Presiden juga menyoroti adanya inkonsistensi dalam pelaksanaan instruksi pemberantasan tambang ilegal. Menurutnya, tindakan di lapangan tidak sesuai dengan arahan yang telah diberikan. “Yang saya perintahkan untuk membersihkan tambang ilegal, yang dibersihkan justru hal lain,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prabowo mengungkap adanya indikasi keterlibatan oknum aparat dalam praktik tersebut. Ia menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat pihak-pihak yang diduga memberikan perlindungan atau “beking” terhadap aktivitas tambang ilegal. “Bagaimana bisa bersih jika ada oknum aparat yang justru mengantar alat ke lokasi tambang ilegal? Ini harus dibuka agar mereka sadar dan mendukung program pemerintah,” tambahnya.
Pernyataan Presiden ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak akan mentolerir praktik tambang ilegal, termasuk jika melibatkan aparat negara. Penegakan hukum yang tegas, transparan, dan akuntabel dinilai menjadi kunci untuk mengatasi persoalan yang selama ini merugikan negara serta merusak lingkungan.





