Produsen Tahu Rumahan Buang Limbah Ke Kali Siring Disesalkan Warga

356

dutapublik.com, TANGGAMUS – Warga Dusun 1 RT 6 Pekon Kota Dalom Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus sesalkan atas prilaku pemilik industri rumahan Tahu yang kerap membuang limbah Tahu di aliran air siring. 

Selain pemcemaran air siring debu asap dari mesin pengolahan tahu tersebut juga menjadi salah satu yang sangat dikeluhkan warga kerena dampakny sangat terasa oleh warga sekitar terutama debu asap hitan yang menempel di tembok rumah hingga mengotori rumah mereka. 

Menurut salah satu warga saat dimintai tanggapannya oleh awak media dutapublik.com di kediamannya mengatakan sebenarnya kami juga heran kenapa kok gak ada dari dinas terkait untuk menegor, kalau warga yang negor kan gak enak nanti di bilang kita usil dengan pekerjaan orang lain. 

“Sedangkan dampak yang kami rasakan ya memang ada, seperti asap dampaknya rumah kami menjadi kotor, kemudian limbah yang meteka buang di siring air menjadi keruh dan menimbulkan bau kadang-kadang ikan juga banyak yang mati dulu air siring ini bersih bening dan ikannya juga banyak, sekarang ikan udah gak ada lagi, ” ungkapnya. 

“Iya pak dampak lingkungannya pasti ada pertama rumah kami jadi kotor air yang dulunya bersih sekarang keruh dan berbau walaupun air itu gak dipakai untuk nyuci tapi air itu untuk mengairi sawah,” tutup warga. 

Sementara saat dikonfirmasi, Anwari selaku produksen tahu mengatakan ini hanya industri rumahan produksinya juga cuma 50 Kilo sampai 70 Kilo aja, tapi kalau masalah limbah air siring ini kan udah lama gak digunakan lagi untuk nyuci segala macem, jadi ya kita buang limbahnya ke kali, lagi pula limbah itu kan cuma berupa air, air itu kan air cuka memang biasanya langganan saya dari Gunung Batu dan Sumberejo yang ngambil air libah itu untuk minum sapi mereka,”  beber Anwari pada Senin (2/1). 

“Lanjut Anwari Kalau untuk surat surat nya kita udah lengkap udah ada surat izin nya udah ada SHU nya waktu itu pak Ali Yasmir yang ngurus ngurus surat surat nya yang dinas di Kabupaten buka saya libatkan pak Ali Yasmir saat itu kata pak Ali Yasmir udah sini saya yang ngurus surat surat nya biar kamu enak kata pak Ali Yasmir, aku juga selama ini tidak pernah baca baca isi surat izin tersebut udah ada semua buat surat nya di Kecamatan. 

” Saya kan baru sekitar Dua tahun , karena ini masih diurus mau balik nama surat surat nya dan surat suratnya belum jadi juga masih sama notaris jadi kami belum tau menerima pajak pajaknya belum karena posisi surat surat ini masih di notaris jadi semua IMB segala macemnya saya lengkapin.

“Bahkan kalau saya mau mengeluh justru kotoran kambing itu lah yang baunya sangat terasa, apa lagi kalau posisi ada angin, tapi kembali lagi yang nama kita bermasyarakt ya kita maklum aja lah, ” pungkas Anwari (Sarip). 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *