dutapublik.com, JAKARTA – Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Faridah Faisal resmi menjabat sebagai Kepala Pengadilan Militer Utama (Kadilmiltama). Ia menjadi perempuan pertama yang menduduki jabatan tertinggi di lingkungan peradilan militer Indonesia, menggantikan Marsekal Muda TNI Haryo Kusworo, pada Senin (9/2/2026).
Pengangkatan Brigjen TNI Faridah Faisal sebagai Kadilmiltama ke-11 menandai tonggak penting dalam sejarah peradilan militer nasional. Untuk pertama kalinya, institusi tersebut dipimpin oleh seorang perwira tinggi perempuan.
Pengadilan Militer Utama (Dilmiltama) merupakan lembaga peradilan yang berwenang memeriksa dan memutus perkara pidana militer serta sengketa tata usaha militer pada tingkat banding atas putusan Pengadilan Militer Tinggi (Dilmilti). Selain itu, Dilmiltama juga menjalankan fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan peradilan militer di seluruh Indonesia.
Ucapan selamat atas jabatan baru Brigjen Faridah Faisal mengalir dari berbagai pihak, termasuk Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS). Ketua Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) yang juga tokoh KKSS, Andi Amran Sulaiman, turut menyampaikan apresiasi. Sejumlah satuan peradilan militer pun memberikan ucapan selamat melalui media sosial resmi masing-masing.
Sebelum dipercaya menjabat sebagai Kepala Pengadilan Militer Utama, Brigjen TNI Faridah Faisal mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Pengadilan Militer Utama sejak 27 Mei 2025.
Latar Belakang dan Pendidikan
Brigjen TNI Faridah Faisal lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 23 Juni 1968. Meski lahir di Makassar, ia tumbuh dan menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Riwayat pendidikannya meliputi:
SDN 1 Wua-Wua Kendari
SMPN 1 Kendari
SMAN 1 Kendari (angkatan 1983–1986)
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia melanjutkan studi di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dan meraih gelar Sarjana Hukum (S.H.) pada 1991. Gelar Magister Hukum (M.H.) diperolehnya dari universitas yang sama pada 2011.
Brigjen Faridah juga merupakan alumni Sekolah Perwira Militer Wajib (Sepamilwa) tahun 1992 dari kecabangan Korps Hukum (Chk), yang kini dikenal sebagai Sepa PK TNI.
Karier di Peradilan Militer
Karier militernya diawali di Kumdam VII/Wirabuana (kini Kodam XIV/Hasanuddin) Makassar. Sejak saat itu, ia meniti berbagai jabatan strategis di bidang hukum dan peradilan militer di sejumlah wilayah Indonesia.
Sejumlah jabatan penting yang pernah diemban antara lain:
Kepala Pengadilan Militer (Kadilmil) II-11 Yogyakarta
Kadilmil III-16 Makassar
Wakil Kepala Dilmilti III Surabaya
Kepala Dilmilti III Surabaya
Kepala Dilmilti II Jakarta
Anggota Pokkimiltama Mahkamah Agung
Wakil Kepala Pengadilan Militer Utama
Ia juga dikenal pernah menangani sejumlah perkara besar, di antaranya kasus pembunuhan berencana yang melibatkan Kolonel Inf Priyanto pada 2021 serta perkara Tragedi Cebongan.
Data Singkat
Nama: Brigjen TNI Faridah Faisal, S.H., M.H.
Tempat/Tanggal Lahir: Makassar, 23 Juni 1968
Pendidikan: S1 dan S2 Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
Korps: Hukum (Chk)
Pendidikan Militer: Sepamilwa 1992
Jabatan Terbaru: Kepala Pengadilan Militer Utama
Dengan rekam jejak panjang dan pengalaman mendalam di bidang hukum militer, Brigjen TNI Faridah Faisal dinilai memiliki kapasitas kuat untuk memimpin lembaga peradilan militer tertinggi di Indonesia. (S.N.)





