dutapublik.com, MINAHASA – Zilong Rimboka menjadi sorotan dunia pacuan kuda nasional setelah berhasil meraih gelar juara pada ajang Indonesia Derby 2026. Kemenangan tersebut tidak hanya mengharumkan nama Rimboka Stable, tetapi juga membawa kebanggaan bagi Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah penghasil kuda pacu berkualitas.
Berikut profil lengkap Zilong Rimboka:
Data Utama
Nama lomba: Zilong Rimboka
Nama lahir (ex-name): Sunshield Nagari
Asal/Peternak: Bendang Stable, Tompaso, Minahasa, Sulawesi Utara
Stable: Rimboka Stable
Daerah: Sulawesi Utara
Kategori: Derby 3 Tahun
Jarak lomba: 2.000 meter
Jenis kelamin: Jantan
Warna: Dark Bay (cokelat gelap)
Joki: Falentino Sangian
Pemilik: Natalia Roring/Keluarga Roring (Rimboka Stable)
Zilong Rimboka awalnya bernama Sunshield Nagari dan dibesarkan di Bendang Stable, Tompaso, Minahasa. Setelah bergabung dengan Rimboka Stable, namanya diubah menjadi Zilong Rimboka, yang terinspirasi dari sosok ksatria naga, sesuai karakter pacunya yang mampu melesat dari barisan belakang menuju garis finis.
Sebelum tampil di Indonesia Derby 2026, Zilong Rimboka sempat mengalami insiden terjatuh pada ajang Piala Paku Alam 2026. Meski sempat dikhawatirkan mengalami cedera serius, kuda tersebut mampu pulih dengan cepat dan kembali ke performa terbaiknya.
Pada babak penyisihan Heat 1 Indonesia Derby 2026 yang digelar di Legok Jawa, Pangandaran, 12 Juli 2026, Zilong Rimboka tampil impresif. Sempat tertinggal sekitar empat panjang kuda, ia mampu melakukan akselerasi pada 600 meter terakhir dan menyalip melalui jalur dalam untuk finis terdepan.
Zilong Rimboka mencatat waktu 2 menit 26,24 detik, unggul atas Monochrome yang finis kedua dengan catatan 2 menit 26,70 detik. Hasil tersebut membuatnya menjadi pencatat waktu tercepat di babak penyisihan sekaligus memperoleh posisi Gate 2 pada partai final.
Pada final Indonesia Derby 2026 yang berlangsung 26 Juli 2026, Zilong Rimboka kembali menunjukkan performa terbaiknya dengan meraih gelar juara pertama dan turut mengantarkan kontingen Sulawesi Utara menjadi juara umum dengan perolehan 58 poin.
Zilong Rimboka dikenal sebagai kuda bertipe stayer, yakni mampu menghemat tenaga pada awal lomba sebelum meningkatkan kecepatan secara maksimal pada 400 meter terakhir. Karakter tersebut menjadikannya sangat kompetitif pada nomor jarak jauh 2.000 meter.
Joki Falentino Sangian menyebut, apabila Zilong Rimboka sudah mendapatkan jalur dalam menjelang finis, sangat sulit bagi lawan untuk mengejarnya.
Keberhasilan Zilong Rimboka dinilai menjadi bukti keberhasilan program pembibitan kuda pacu di Sulawesi Utara. Kuda ini merupakan penerus trah Eclipse, sama seperti Alarcos Nagari dan Harata Eclipse yang juga berasal dari Bendang Stable.
Prestasi tersebut memperkuat posisi Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah yang mampu melahirkan kuda pacu berprestasi melalui program pembibitan lokal. (Effendy)





