dutapublik.com, PONOROGO – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) VII Jawa Timur, Sartono, menggelar sosialisasi Program Kampung Iklim (ProKlim) serta pengurangan dan penanganan sampah di Kabupaten Ponorogo. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda reses sekaligus upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan hidup.
Bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), kegiatan sosialisasi dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 26-27 Juli 2026, bertempat di Hotel Gajah Mada dan Balai Desa Babadan, Kabupaten Ponorogo.
Sebanyak 280 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur, di antaranya komunitas peduli lingkungan, pegiat pelestarian alam, tokoh masyarakat, karang taruna, hingga masyarakat umum dari berbagai wilayah di Kabupaten Ponorogo.
Dalam sambutannya, Sartono menegaskan bahwa persoalan sampah dan perubahan iklim tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata, tetapi memerlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Saat ini kita menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, edukasi mengenai pengurangan sampah sejak dari sumbernya, pengelolaan sampah yang benar, serta penerapan Program Kampung Iklim menjadi sangat penting,” ujar Sartono.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu mendorong lahirnya gerakan nyata masyarakat dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat, dan lestari.
Menurutnya, sinergi antara DPR RI dan Kementerian Lingkungan Hidup merupakan bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ponorogo, Sapto Djatmiko Tjipto Rahardjo, yang turut menjadi narasumber, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Selain Sapto, kegiatan juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Lingkungan Hidup dan praktisi di bidang pengelolaan lingkungan.
Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan strategi pengurangan sampah melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), penguatan peran bank sampah, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, serta implementasi Program Kampung Iklim sebagai upaya meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim sekaligus menekan emisi gas rumah kaca.
Peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Selain menerima materi, mereka juga berdiskusi mengenai berbagai persoalan lingkungan di wilayah masing-masing, mulai dari pengelolaan sampah rumah tangga, pemanfaatan sampah organik, hingga pengembangan kampung ramah lingkungan.
Melalui kegiatan ini diharapkan semakin banyak komunitas yang menjadi pelopor pelestarian lingkungan sehingga Kabupaten Ponorogo dapat mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan.
(Muh Nurcholis)





