Proyek Drainase Kampung Gedungsari Kembali Disoal Warga, Diduga Terjadi Mark Up

548

dutapublik.com, LAMPUNG TENGAH – Proyek Pembangunan Drainase di Dusun 3 dan Dusun 4 Kampung Gedungsari, Kecamatan Anak Ratu Aji, Kabupaten Lampung Tengah diduga tidak bertuan dan dalam pengerjaan pun Asjad (Asal Jadi).

Proyek Drainase ini diperkirakan memiliki volume sekitar 400 m3yang diperkirakan menelan anggaran kurang lebih Rp100. Dalam pengerjaannya, proyek tersebut disinyalir terjadi mark-up matrial.

Terlihat jelas dalam pengerjaan semen diduga adukannya 1-6, yaitu 1 ember semen dan 6 ember pasir, begitu juga dengan pondasi, seharusnya ukuran pondasi sama ukuran dari atas sampai bawah, namun fakta di lapangan hanya ditempel batu dan tidak disemen, hanya ditempel semen dari luar saja.

Tomi, Warga Kampung Gedungsari

Menurut keterangan Tomi, warga di Dusun 4 Kampung Gedungsari,
pengerjaan Drainase tersebut saat ini sudah cukup baik karena pemborong dan pekerjanya pernah ditegur oleh Kepala Kampung. “Makanya pekerjaannya sudah agak mendingan, tapi yang saya tetap tidak puas dengan pekerjaan drainase ini karena tetap tidak sesuai dengan harapan saya. Padahal pembangunan Drainase ini memang sudah kami idam-idamkan dari sejak lama, karena jika musim hujan di sini terjadi genangan air,” ujar Tomi, Rabu (24/11).

Sementara Yantoni, selaku Kakam (Kepala Kampung) Gedungsari menyampaikan terima kasih kepada jajaran LSM LKPK dan Awak Media yang telah melakukan fungsi sosial kontrol atas proyek drainase di kampungnya.

“Saya berterima kasih terhadap Jajaran Media dan Lembaga yang telah menyempatkan diri untuk melakukan Sosial Kontrol ke Proyek Pembangunan Drainase Kampung Gedungsari ini,” tuturnya.

Kepala Kampung mengatakan bahwa terkait Drainase yang dibangun di Dusun 3 dan 4 Kampung Gedungsari ini dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi yang ada, bahkan untuk mengetahui anggaran dan pelaksana kegiatan tidak bisa diketahui karena papan proyek tidak dipasang.

“Pernah saya tegur untuk pekerja pembuatan Drainase tersebut di kala saya adakan cek ke lokasi. Saya tegur langsung pekerja terkait pemasangan batu, ada yang tanpa menggunakan semen. Saya langsung konfirmasikan terhadap pelaksana yang mengatasnamakan Yudi, dalam konfirmasi saya terhadap pelaksana bukannya ketemu solusi malah ia marah saat saya konfirmasi, dalam membahas proyek Drainase tersebut,” ungkap Yantoni.

Sedangkan Ketua LSM LKPK Firdaus Ja, mengharapkan agar Proyek Drainase tersebut dikerjakan sesuai dengan Spesifikasi, atau dengan Anggaran yang ada, apa lagi menggunakan Dana APBD.

Firdaus Ja menegaskan Jika proyek tersebut dinilai masyarakat tidak sesuai, maka selaku Lembaga Swadaya Masyarakat LKPK
(Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi) akan melaporkan hal tersebut ke Dinas terkait dan APH (Aparat Penegak Hukum),” pungkasnya. (Hazwarsyah)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *