dutapublik.com, TANGGAMUS – Rehab berat Gedung SMPN 1 Kota Agung Barat yang bertempat di Pekon Way Gelang kecamatan Kota Agung Barat Kabupaten Tanggamus Lampung, diduga keras ada main mata antara kontraktor dengan pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tanggamus.
Pasalnya pekerjaan Pembangunan Gedung Sekolah SMPN 1 Kota Agung Barat tersebut diduga banyak kejanggalan dikarenakan sangat tidak sesuai antara pola gambar perencanaannya yang tertera di RAB dan fisik gedung setelah selesai pengerjaannya.
Terlebih lagi pihak pengawas dari Dinas Pendidikan diduga dengan sengaja menutup-nutupi kesalahan dari pihak kontraktor pemenang tender pembangunan gedung sekolah tersebut atau dengan sengaja membiarkan pembangunan rehab gedung sekolah tersebut sampai dengan selesai walaupun tidak sesuai dengan spek dan gambar yang ada sampai dengan penandatanganan PHO.
Bahkan sampai dengan sekarang pun setelah retensi keluar untuk pemeliharaan rehab gedung Sekolah tersebut masih banyak ditemukan kaca jendela yang pecah seperti sengaja ada pembiaran.
Atas ditemukan hal tersebut Ketua PEKAT IB Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tanggamus, Herwin sangat menyayangkan dengan temuan tersebut.
Menurut Herwin berdasarkan hasil ivestigasi lapangann dan penelusuran di lapangan dan setelah diteliti antara spek gambar dan fisik gedung sangat jauh berbeda. “Atas dasar ini kami dari PEKAT IB Tanggamus sebelum membawa permasalahan ini ke APH terlebih dahulu kami akan melakukan orasi pada hari Senin. Bahkan kami akan membawa permasalahan ini ke aparat penegak hukum (APH) untuk ditindaklanjuti oleh Kajari Tanggmus bahkan hingga ke Kajati Lampung,” tegas Herwin, pada Kamis (4/8).
“Intinya PEKAT IB akan membawa permasalahan ini ke jalur hukum supaya tidak ada lagi kejadian yang sama di kemudian hari demi Tanggamus lebih maju lagi,” tutup Herwin.
Sementara Kabid Sapras Pendidikan Tanggamus, Mulyadi, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan bahwa masalah di atas dapat terjadi karena ada pekerjaan lain yang lebih penting maka hal itu dihilangkan. “Jadi walapun tidak sesuai dengan gambar, bisa saja,” tuturnya .
“Ya inti nya mungkin ada yang lebih penting itu bisa dihilangkan, ya udah nanti akan kami cek lagi,” pungkas Mulyadi. (Sarip)





