SDN Rancabango 2 Dan Pemdes Rancabango Gelar Vaksinasi Pada Waktu Bersamaan

433

dutapublik.com, GARUT – Guna menyukseskan program pemerintah terkait vaksinasi Anak usia 6-11 tahun, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut dengan Jajaran Muspida dan Muspika, Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri berperan aktif untuk menyukseskan program tersebut.

Adalah para siswa SDN Rancabango 2 Desa Rancabango Kecamatan Tarogong Kidul, mereka didampingi orang tuanya untuk divaksin. Di mana Vaksinasi COVID-19 ini diwajibkan oleh pihak sekolah.

Plt. Kepala SDN Rancabango 2 Nanang Sundawan menyampaikan, bahwa SDN Rancabango 3 dimerger menjadi SDN Rancabango 2.

“Kebetulan saya Plt, Sekolah Rancabango 2 dari bulan September 2021, karena SDN Rancabango ini asalnya ada dua, yaitu SDN Rancabango 2 dan SDN Rancabango 3, dalam satu lingkungan sekolah dan telah terjadi merger dari SDN Rancabango 3 ke SDN Rancabango 2. Sehingga di lingkungan sekolah ini hanya ada satu SDN yaitu SDN Rancabango 2,” ujarnya, pada Jumat (7/1).

Dikatakan Nanang, terkait Vaksinasi COVID-19 tersebut, merupakan vaksinasi perdana di SDN Rancabango 2.

“Saya pribadi sebagai Plt. Kepala Sekolah sangat mendukung serta mempunyai kewajiban untuk menyukseskan Vaksinasi pada anak didik kami dari kelas 1 sampai kelas 6, dengan mengundang seluruh anak didik sebanyak 436 orang untuk melakukan vaksinasi di sekolah dengan didampingi orangtuanya,” ungkapnya.

Nanang berharap, dengan telah dilaksanakannya vaksinasi tersebut, rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan berlangsung secara maksimal.

“Alhamdulilah orang tua siswa sangat antusias mengantarkan anak-anaknya serta mendampingi anaknya melakukan vaksinasi yang dilaksanakan di sekolah.”

“Yang artinya, dengan adanya vaksinasi ini mudah-mudahan menjadi kekuatan sehat bagi seluruhnya sehingga sekolah yang tadinya hanya 50% bisa bertatap muka menjadi 100%,” imbuhnya.

Keterangan Gambar 2: Vaksinasi Warga Desa Rancabango

Sementara, Mulyana, selaku Korwil Dinas Pendidikan Kabupaten Garut menambahkan, Kegiatan Vaksinasi di sekolah-sekolah di Kecamatan Tarogong Kidul, dilakukan sampai 5 titik perhari.

“Karena di Kecamatan Tarogong Kaler ada 3 Puskesmas yang titik sasaran vaksinnya dari usia 6 tahun sampai 11 tahun,” terangnya.

Mulyana menyampaikan, dalam vaksinasi ini tidak seluruhnya dapat dilaksanakan vaksinasi, karena sebelum dilakukan vaksinasi pihak Puskesmas melakukan skrining atau melakukan pemeriksaan terlebih dahulu kesehatan anaknya, sehingga jika ditemukan kondisi anak yang tidak memungkinkan untuk divaksin karena gangguan kesehatan maka vaksinasinya ditangguhkan.

Di tempat yang sama, Bhabimkamtibmas Rancabango Bripka Yanto mengatakan, hasil pemantauan Vaksinasi di Desa Rancabango pada umumnya pihak sekolah beserta orang tua murid sangat merespon dengan baik dan mengikuti kegiatan vaksinasi ini sangat antusias.

“Hasil pantauan pada masyarakat di Desa Rancabango pada umumnya sangat antusias mengikuti kegiatan Vaksinasi dan untuk kegiatan Vaksinasi di sekolah hari ke belakang Bapak Kapolri telah melakukan launching Gebyar Vaksin Merdeka Anak,” tuturnya.

Sedankgan dr. Yeni, selaku penanggung jawab kegiatan Vaksinasi dari UPTD Puskesmas Cipanas di Desa Rancabango menyampaikan, bahwa masyarakat Desa Rancabango memang dari sejak awal sudah antusias untuk melakukan vaksinasi.

“Mungkin karena karakter masyarakatnya banyak yang bekerja yang kemungkinan diwajibkan dari pihak Perusahaan untuk divaksin. Sehingga lebih antusias dan jumlahpun lebih banyak warga yang dari Rancabango,” tukasnya.

Diketahui, kegiatan Vaksinasi di SDN Rancabango 2 bersamaan dengan Vaksinasi masyarakat umum yang dilaksanakan di Kantor Desa Rancabango yang letaknya berdampingan dengan SDN Rancabango 2.

Hasil pemantauan awak media, masyarakat Rancabango tidak kalah antusiasnya untuk mengikuti vaksinasi. Terbukti kantor desa dipenuhi antrian masyarakat yang akan divaksin. (Made)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *