dutapublik.com, MINAHASA – Mengenal lebih jauh manfaat dan kegunaan Tanaman sereh wangi (golongan rerumputan bahasa latin Andropogon Nardus atau Cympogon Nardus, Genus Cympogon), dapat menghasilkan minyak atsiri yang berguna bagi manusia.
Diketahui di Indonesia tanaman sereh wangi banyak tumbuh di daerah Tasikmalaya, Bandung, Palembang, Padang, Ujungpandang, Solo dan mulai dibudidayakan di Desa Tountimomor Kecamatan Kakas Barat Kabupaten Mvinahasa Provinsi Sulawesi Utara.
Tanaman sereh wangi yang diusahakan di Indonesia terdiri dari 2 jenis, yaitu Lemabatu dan Mahapengiri. Di mana jenis Mahapengiri mempunyai ciri daunnya lebih luas dan pendek, disamping itu menghasilkan minyak dengan kadar Citronella dan Geraniol yang tinggi. Sedangkan jenis Lemabatu menghasilkan dengan kadar Citronella dan Geraniol yang lebih rendah.
Sereh wangi jenis Lemabatu tumbuh lebih tegak sedangkan jenis Mahapengiri yang tumbuh dengan daun merumbai ke bawah ini dapat ditanam di tanah yang tandus atau kurang subur. Lain halnya dengan jenis Mahapengiri yang memerlukan perawatan yang baik dan tanah yang lebih subur.
Pertumbuhan sereh wangi sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kesuburan tanah, ketinggian tempat lokasi dan iklim.
Tanah subur di daerah pegunungan dengan curah hujan teratur merupakan tanah yang paling sesuai untuk tanaman sereh wangi.
Ketika diwawancarai awak media dutapublik.com usai launching bersama Bank SulutGO, bersama Bank Indonesia, jenis Sereh wangi yang ditanam di desa Tountimomor Kecamatan Kakas Barat ini Tanamannya mudah dikembangkan, meski bibitnya masih diambil dari Pulau Jawa, sementara bibit lokal berbeda pertumbuhan bibit lainnya.
“Sereh wangi ini pertumbuhannya cukup dengan rimpang akarnya. Mulai berproduksi pada usia sekitar 7-8 bulan dan kemudian diproduksi terus menerus untuk diambil daunnya kira-kira 3-4 kali dalam setahun,” ujar Ketua Koperasi Maesa Mitra Jaya Herli Walandouw.
Lanjut menurut Herli, jenis Tanaman Rerumputan ini, usia tanamannya dapat bertahan lama, dengan pengurusan yang sesuai dosis.
Sereh wangi yang tumbuh dengan harga yang lumayan ,syarat tumbuhnya dapat hidup pada ketinggian 200-1.000 m dpl dengan ketinggian 350-600 m dpl.
Pada ketinggian ini, sereh wangi menghasilkan rendemen dan mutu minyak Atsiri yang baik dengan Suhu tumbuh optimum 180-250 0C, memerlukan curah hujan sepanjang tahun sekitar 1.800-2.500 mm/thn dan distribusi hujan merata sepanjang 10 bulan.
Curah hujan berfungsi sebagai pelarut zat nutrisi, pembentukan sari pati dan gula serta membantu pembentukan sel dan enzim. Memerlukan penyinaran sinar Matahari yang cukup karena mampu meningkatkan kadar minyaknya.
Sereh wangi cocok tumbuh pada tanah yang subur, gembur dan mengandung banyak bahan organik, pH tanah optimum 6,0-7,5, Cocok tumbuh pada berbagai kontur tanah (datar, miring, atau berbukit-bukit), Tetapi akan lebih optimal bila ditanam pada tanah mediteran kuning coklat atau coklat berpasir.
Berikut manfaat Sereh wangi, yaitu bisa dijadikan minyak urut, komoditi untuk minyak atsiri ereh wangi merupakan bahan alami yang mudah terurai sehingga aman terhadap lingkungan dan produk pertanian.

Keterangan Gambar 2: Budi Daya Tanaman Sereh Wangi Oleh Petani Desa Tountimomor Kakas Kec. Kakas Barat Kab. Minahasa
Selain mudah didapatkan di pasar karena banyak usaha rumah tangga yang bergerak dalam bidang produksi minyak atsiri sereh wangi, juga memiliki harga yang relatif lebih murah dibanding dengan bahan pestisida sintetik, mudah pengaplikasiannya dan dapat dilakukan oleh setiap orang.
Tanaman sereh wangi rerumputan ini mempunyai beberapa kegunaan, salah satunya berpotensi untuk mencegah terjadinya erosi tanah dan merehabilitasi lahan-lahan kritis.
Sereh wangi terutama batang dan daunnya, bisa dimanfaatkan sebagai pengusir nyamuk karena mengandung zat-zat seperti Geraniol, Metil Heptenon, Terpen-Terpen, Terpen-Alkohol, Asam Organik terutama Sitronelal sebagai obat nyamuk semprot. Minyak serai wangi juga sebagai hasil produksi berguna sebagai bahan Bio aditif bahan bakar minyak terbarukan.
Selain mengandung zat geraniol, metilheptenon, terpen, terpen-alkohol, asam-asam organik dan terutama sitronelal, zat sitronelal ini dapat membunuh nyamuk karena memiliki sifat racun kontak (aroma), yang membuat nyamuk kehilangan cairan secara terus-menerus.
Diketahui, Sereh wangi secara tradisional dapat digunakan sebagai campuran air mandi untuk penderita rematik, obat antiseptik, meredakan sakit kepala, melepaskan gigitan lintah dan mengatasi gigitan serangga.
Untuk membunuh nyamuk yang menjadi penyebab penyakit Demam Berdarah (DB), kita dapat membuat sendiri ekstrak sereh wangi, caranya cuci dan tiriskan hingga kering 1 kg daun dan batang sereh wangi, proses dalam blender sampai halus, lalu masukan ke dalam wadah yang telah diisi air sebanyak 250 ml dan iamkan selama semalam.
Setelah itu, saring dan masukkan ke dalam botol, lalu encerkan dengan aquades. Saat akan digunakan, tuangkan ekstrak sereh wangi ke dalam alat penyemprot, lalu semprotkan ke tempat dimana nyamuk-nyamuk bersembunyi.
Sereh wangi yang juga dikenal dengan nama Citronella ini juga memiliki nama lain yakni lemongrass, barbed wire grass, silky heads, citronella grass dan fever grass.
Masyarakat Indonesia tradisional sejak lama mengenal adanya sabun sereh wangi yang dibuat dari minyak kelapa, susu, minyak zaitun, dan tentunya minyak sereh wangi Selain untuk kulit tubuh, sabun sereh wangi juga bisa digunakan pada wajah.
Banyak manfaat dari sabun sereh wangi, diantaranya Menghilangkan gatal-gatal di kulit (biang keringat, eksim, panu, dan kadas), mencegah dan mengobati (mengeringkan) jerawat, mencegah dan menghilangkan flek atau bekas jerawat, mencerahkan kulit, menyembuhkan pecah-pecah di kaki, menghilangkan bau badan, untuk keramas selain bisa pula untuk menghilangkan ketombe, menghilangkan rasa capek dan menghangatkan badan, mencegah gigitan nyamuk dan serangga dan memberikan sensasi nyaman dengan kesejukan aromaterapi.
Terkadang sereh wangi (Cymbopogon nardus) dipakai sebagai bumbu masakan, tumbuhan Rerumputan ini memiliki aroma serta rasa yang khas, pedas dan menyengat.
Secara tradisional, sereh wangi dapat menyembuhkan beberapa gejala penyakit, antara lain nyeri, batuk dan kelelahan.
Perlu kita ketahui juga, bahwa ternyata limbah atsiri sereh wangi dapat dimanfaatkan menjadi pakan ternak dan pupuk organik. Limbah padat berupa ampas daunnya bisa digunakan sebagai pupuk tanaman. Sementara itu, untuk limbah cair (berupa sisa air bekas penyulingan) sedang diteliti untuk aroma terapi atau spa.
Nilai dari minyak sereh wangi dengan aroma grassy-citrus yang hangat dikenal sebagai deodorant alami, Kehangatan dan kesegarannya mempunyai manfaat aromaterapi. (Effendy V. Iskandar)





