Sinergi Informasi Publik: Lapas Kuningan dan Media Perkuat Transparansi Lewat Coffee Morning

132

dutapublik.com, KUNINGAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan, Jawa Barat menggelar kegiatan coffee morning bersama rekan-rekan media pada Selasa (18/11) di Ruang Rapat Lapas Kuningan. Kegiatan ini menjadi ajang dialog terbuka untuk memperkuat kemitraan sekaligus meningkatkan transparansi informasi publik mengenai pembinaan dan layanan pemasyarakatan.

Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, memaparkan berbagai program prioritas yang sedang dijalankan, mulai dari peningkatan kualitas layanan kunjungan hingga pengembangan pembinaan kemandirian seperti greenhouse melon, peternakan ayam petelur, serta budidaya perikanan melalui kolam coir shade.

Ia menegaskan bahwa seluruh program pembinaan dirancang untuk memperkuat nilai kemandirian serta menciptakan hubungan yang humanis dan saling menghargai antara warga binaan dan petugas.

Selain itu, Sukarno Ali menekankan komitmen kuat Lapas Kuningan dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan bebas narkoba. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan layanan Wartelsus, peningkatan pengawasan internal, serta kerja sama intensif dengan BNN, Polres Kuningan, dan instansi terkait lainnya.

Menjawab pertanyaan para jurnalis, Sukarno Ali menjelaskan bahwa meskipun terdapat isu overkapasitas, kondisi hunian dan fasilitas di Lapas Kuningan tetap berjalan dengan baik. Layanan dasar seperti air bersih, pangan, listrik, hingga kesehatan tetap terpenuhi melalui sistem pelayanan jemput bola. Ia juga mengungkapkan bahwa Lapas Kuningan saat ini tengah membuka peluang ekspor produk hasil pembinaan ke Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Melalui kegiatan coffee morning ini, Lapas Kuningan berharap hubungan dengan media dapat semakin kuat, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif. Kolaborasi yang baik diyakini mampu memperluas jangkauan informasi resmi, mengedukasi masyarakat, serta membangun opini publik yang konstruktif terhadap berbagai upaya peningkatan pembinaan, pelayanan, dan integritas menuju lingkungan pemasyarakatan yang lebih humanis dan bebas narkoba. (Haryudi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *