dutapublik.com, KARAWANG – Praktik tindak pidana penjualan orang (TPPO) atau human trafficking masih terjadi saat ini. Ragam modus dilakukan pelaku untuk menjerat calon korban PMI.
Dengan diiming-imingi mendapatkan gaji yang besar ketika bekerja di timur tengah.
Berdasarkan Undang Undang Nomor 21 Tahun 2007 pasal 1 ayat 1 Tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang, definisinya adalah tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik yang dilakukan di dalam negara maupun antar negara, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi.
Begitu juga dengan salah satu PMI yang bernama Gustiawati dari dusun Cikampek Tua Timur RT 13/05 saat ini sudah berada di timur tengah disinyalir sudah menjadi korban tindak pidana perdagangan orang,
Beberapa hal tragis diungkapkan berdasarkan konfirmasi awak media dutapublik.com melalui aplikasi WhatsApp dengan Gustiawati yang berada di timur tengah.
“Saya mau pulang pak, saya sudah tidak kuat atas perbuatan majikan saya, saya mau diperkosa 3 kali pak maka dari itu saya kabur dari majikan saya hingga saya loncat dari lantai dua untuk menyelamatkan diri saya dari majikan yang sudah memperlakukan hal yang tidak senonoh terhadap saya. Bantu saya pak,” ujar Gustiawati kepada awak media dutapublik.com, Selasa (16/8).
Gustiawati juga mengatakan bahwa yang memberangkatkan dia adalah PT. Duta Ampel yang diduga disponsori oleh Haji Entang. Sempat juga Gustiawati meminta pertolongan ke H. Entang untuk minta dipulangkan ke Indonesia. “Sabar aja nanti juga kamu pulang,” ungkap Gustiawati menirukan ucapan Entang saat mengadu ingin pulang.
Terkait hal di atas awak media dutapublik.com mencoba mengkonfirmasi lewat aplikasi WhatsApp ke sponsor yang bernama H. Entang perihal pemberangkatan Gustiawati ke timur. “Maaf saya ketua FPMI, sebelum ke anda, anak (PMI) ngadu ke saya dulu dan saya infokan saya bukan sponsor hanya sebelum keberangkatan saya tau sponsornya. Saya bekali kalau ada masalah di sana lapor ke saya ini nomor saya,” ujar H. Entang saat dikonfirmasi oleh awak media dutapublik.com selasa 23/8. (Adi Sukriyadi)






