dutapublik.com, MINAHASA – Kepala SMA Yadika Langowan Kabupaten Minahasa Jeiny Sangari kepada wartawan menyampaikan, guna mewujudkan Merdeka Belajar kepada anak didik sesuai aturan dari Kementrian Pendidikan Kebudayaan Ristek Dikti (Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi) Mas Nadiem Makarim, sebagai bagian dari tindak lanjut perbaikan kurikulum 2013, untuk itu SMA Yadika Langowan menindaklanjutinya dan di tahun ajaran berikut Kurikulum ini menjadi bagian dari program Merdeka Belajar siswa maupun guru.
Sekilas tujuan dari Merdeka Belajar, yakni menciptakan pendidikan yang menyenangkan bagi siswa dan guru karena selama ini pendidikan di Indonesia lebih menekankan pada aspek pengetahuan daripada aspek keterampilan.
“Merdeka Belajar juga menekankan pada aspek pengembangan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai bangsa Indonesia. Dengan Merdeka Belajar, artinya guru dan muridnya memiliki kebebebasan untuk berinovasi, kebebasan untuk belajar dengan mandiri dan kreati,” jelas Sangari.
Lanjut Sangari, apalagi dengan terjalinnya kerja sama dengan Oxford University Press dan Eleutian Technology yang telah menciptakan platform pembelajaran online baru yang inovatif yang disebut Teach Cast dengan Oxford, diharapkan para anak didik di SMA Yadika Langowan siap mewujudkan Sumber Manusia berkualitas berakhlak.
“Modul belajar mandiri interaktif bersama TeachCast dengan Oxford Amerika tersebut aktivitas tanpa batas ini bisa mendukung pembelajaran kapan saja, di mana saja,” ujarnya.
Program Unggulan SMA Yadika Langowan selain terjalinnya Pembelajaran bahasa Inggris with Teach Cast From Oxford, (Belajar bahasa Inggris dengan Teacher dari Amerika), anak didiknya juga diberikan keluasaan di waktu senggang ikut e-sport tim mobile legend di mana SMAYLA aktif mengikuti lomba tersebut.
“Aplikasi penunjang Youtube sekolah SMAYLA Official, adalah sebagai wadah kreativitas siswa. Tak kalah penting dengan Penyusunan karya tulis Ilmiah sebagai syarat kelulusan bersamaan tahun ajaran yang baru melalui Kurikulum Merdeka Peserta didik dapat memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat dan aspirasinya. Sementara Guru bisa mengajar sesuai tahap capaian dan perkembangan peserta didik,” Pungkas Kepsek yang Energik disenangi anak didiknya itu. (Effendy V. Iskandar)





