dutapublik.com, MEMPAWAH – Nasib Jemaah yang akan melaksanakan Ibadah Haji masih saja remang-remang, hal itu disampaikan oleh Ketua Panitia yang juga Plt. Kasi PHU Mulyadi, S.Pd.I., dalam sambutan acara Sosialisasi KMA (Keputusan Menteri Agama) No. 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Pemberangkatan Jemaah Haji Pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021.
Kegiatan tersebut membahas tentang keputusan Pemberangkatan Jemaah Haji pada tahun 2021 yang diselenggarakan di gedung MABK Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat, pada Kamis (7/21).
Diketahui, Syahrudi, S.Ag., selaku Ketua Pokjaluh (Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam Kabupaten Mempawah turut hadir dalam acara sosialisasi tersebut.
“Adapun dalam pelaksanaan sosialisasi tersebut dihadiri langsung oleh Kabid PHU Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Mempawah beserta Kasi dan Pejabat, Kepala KUA, Penyuluh Fungsional Agama Islam, Penghulu se Kabupaten Mempawah dan para Jemaah Haji tahun 2020,” ungkap Syahrudi.
Sementara, H. Mi’rad, S.Ag, M.A.P., selaku Kepala Kementerian Agama Kabupaten Mempawah dalam sambutannya menjelaskan tentang masa tunggu keberangkatan Haji serta penundaan keberangkatan dikarenakan adanya pandemi.
“Untuk di Kabupaten Mempawah masa tunggu keberangkatan Haji sekitar 18 tahun,” ujarnya.
Ditambahkannya, juga ada penundaan pemberangkatan Haji selama dua musim, yaitu tahun 2020 dan 2021.
“Penundaan tersebut dikarenakan adanya kebijakan Pemerintah Pusat karena adanya COVID-19 yang sedang mewabah baik di Indonesia maupun di Arab Saudi. Tentu tindakan ini diambil untuk menanggulangi penyebaran COVID-19,” lanjutnya.
Oleh karena itu, dirinya berharap agar ke depan kegiatan Ibadah Haji bisa berjalam normal kembali.
“Semoga COVID-19 ini cepat hilang dan keberangkatan Haji bisa kembali normal utamanya di Indonesia,” harapnya.
Selanjutnya, H. Mi’rad memberitahukan kepada yang hadir, bahwa pada tahun 2021 Jemaah yang bisa berangkat Haji hanya 1.000 orang yang bermukim di Arab dan pada tahun 2021 juga mengalami kenaikan menjadi 60.000 orang juga diantaranya yang sudah bermukim di Arab Saudi. (Pathol Kurib)





