Penasihat Kerajaan Arab Saudi Kunjungi Ketua Umum DPP Santri Tani NU Riau

616

dutapublik.com, PEKANBARU – Syaikh Shaleh Abdullah Al Rajhi, merupakan Penasihat Kerajaan Arab Saudi mewakili Institusi Pendonor dan Investor beserta Andi Jamaro Dulung, Komisaris Utama PT. Global Investasi Negara Timur Tengah, sebagai lembaga penghubung bertemu dengan Ketua Umum DPP Santri Tani NU  T. Rusli Ahmad pada Jum’at Siang (13/8) sekira pukul 15.00 Wib, dan pembicaraan lebih serius dilanjutkan di ruang VIP Lancang Kuning Simpang Tiga.

Pertemuan tersebut dalam rangka menjalin hubungan kerja sama bersama DPP Santri Tani  Indonesia dalam Pendanaan untuk beberapa Program Pembangunan, Peternakan Onta dan Penanaman ribuan Hektar Kebun Kurma.

Bantuan kerja sama Pendanaan  tersebut berupa Pembangunan Fasilitas Keagamaan Islamic Centre, Masjid Terapung serta di bidang Pariwisata Perkebunan Kurma dan Peternakan Onta.

Ketua Umun DPP Santri Tani NU T. Rusli Ahmad kepada awak media mengatakan, bahwa pertemuan dengan Syaikh Saleh Abdullah Al Rajhi adalah untuk menjalin hubungan kerja sama.

“Kerja sama dalam Pembangunan Islamic Centre, Masjid terapung dan Pariwisata yang akan kita arahkan ke Kota Dumai, dan untuk Peternakan Onta serta Pariwisata ribuan hektar Perkebunan Kurma akan kita arahkan di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar,” ucapnya.

Rencananya, Ia di minggu depan akan berangkat ke Jakarta untuk melakukan Pematangan Kerjasama tersebut dan melakukan MOU dengan pihak Investor dari Arab Saudi tersebut.

Keterangan Gambar 2 : Syaikh Shaleh Abdullah Al Rajhi Bersama T. Rusli Ahmad Dan Andi Jamaro Dulung Saat Membahas Kerja Sama

“Menurut cerita dari Syeikh Shaleh Abdullah Al Rajhi, beliau dahulu lahir di bawah pohon Kurma dan sekarang beliau beserta keluarganya sudah 30 tahun lebih mengurusi 1.000 Ha lebih kebun Kurma milik mereka di Negeri Arab dan beliau sudah sangat memahami tentang Penanaman dan Perawatan Kurma,” imbuhnya.

Dikatakan T. Rusli Ahmad, ini merupakan suatu terobosan dan harapan besar bagi Santri Tani Nahdatul Ulama untuk belajar dan melakukan kerja sama.

“Saya juga akan berkoordinasi dengan Kepala Pemerintahan Daerah serta kelompok-kelompok Tani yang memiliki izin tapi belum ditanami, Tokoh Adat dan Ulayat yang lahannya belum dipergunakan serta bagi Masyarakat yang memilik lahan yang luas dan tidak atau belum diolah.”

“Mudah-mudahan mau bekerja sama menanam pohon Kurma agar kebun pohon Kurma semakin berkembang dan menghasilkan peningkatan ekonomi yang cukup tinggi apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19 ini,” terangnya.

Saat ini, lanjut T. Rusli Ahmad, Negara Thailand dan Australia merupakan Negara pemasok Kurma terbesar untuk Arab Saudi.

“Kenapa tidak kita terapkan hal tersebut di Indonesia yang tanahnya begitu subur. Kita jadikan Indonesia menjadi perkebunan Kurma terbesar di Asia Tenggara dan Program ini akan kita mulai dari Riau.”

“Oleh sebab itu, kita mohon do’a dari Masyarakat Riau, Para Santri, Tokoh Ulayat, Tokoh Adat, Ulama dan Kyai agar program ini segera dapat terealisasi khususnya di Propinsi Riau,” pungkasnya. Sumber Erick. (Agay)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *