Syukuri Nikmat Yang Didapat, Masyarakat Desa Jayanegara Kecamatan Tempuran Gelar Hajat Bumi

273

dutapublik.com, KARAWANG – Hajat Bumi atau Sedekah Bumi adalah suatu upacara adat yang melambangkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rezeki melimpah melalui bumi berupa segala bentuk hasil bumi. Sehingga, istilah Tradisi Sunda Hajat Bumi tersebut, memiliki arti tradisi yang bertujuan untuk mengajak masyarakat sekitar mengumpulkan hasil bumi.

Demikian juga yang dilaksanakan oleh Pemdes Jayanegara Kecamatan Tempuran Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mewakili masyarakat, menggelar upacara adat Hajat Bumi, pada Sabtu (31/8/2024), bertempat di Aula Desa setempat.

Hajat Bumi tersebut, diawali dengan acara Baritan atau Babaritan, Ruwatan, kemudian dilanjutkan dengan pagelaran Kesenian Tradisional Jawa Barat, yaitu Wayang Golek Giri Pakuan dengan Dalang Eso Wiasa Sunandar, dari Bandung, Jawa Barat.

Pada kesempatan, Nawawi, yang akrab disapa, Miing, selaku Kades Jayanegara menuturkan bahwa Hajat Bumi tersebut merupakan salah satu cara syukur Nikmat.

Keterangan Gambar 2: Prosesi Ruwatan Dalam Acara Hajat Bumi Desa Jayanegara

“Dengan dilaksanakannya Hajat Bumi ini, merupakan salah satu cara kita bersyukur atas Nikmat yang selama ini kita peroleh dan juga merupakan cara melestarikan adat budaya khususnya di wilayah Jawa Barat,’ ujarnya, kepada media dutapublik.com.

Miing, berharap acara Hajat Bumi  tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Kita derdoa bersama dalam acara Hajat Bumi ini biar dilimpahkan keberkahan, semoga hasil bumi khususnya di Desa Jayanegara bisa lebih melimpah, dan bagi kami selaku Pemdes semoga bisa lebih maksimal dalam menjalankan amanah. Aamiin,” ucapnya.

Semantara, salah seorang tokoh masyarakat setempat yang turut hadir di acara Hajat Bumi, H. Ajam, mengatakan bahwa acara Hajat Bumi tersebut memiliki tujuan yang sangat bermakna.

“Hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil dari Hajat Bumi ini yaitu kita jangan lupa harus selalu bersyukur atas Nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Selain itu, dalam perjalanan hidup kita jangan serakah atau jangan asal ambil dan asal makan, jika itu bukan hak kita,” tuturnya. (Nendi Wirasasmita)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *