Tingkatkan Potensi Wisata Religi, Perlu Sinergitas Tokoh Agama

395

dutapublik.com, CIREBON – Cirebon dengan khazanah Kota Wali menjadi sebuah identitas masyarakat Indonesia khususnya untuk wilayah Jawa-Barat dan sekitarnya.

Nilai khazanah keislaman baik berupa ajaran dan peninggalan sejarah syekh Syarief Hidayatullah menjadi nilai peninggalan yang dapat menyatakan jika Cirebon merupakan pusat persebaran Islam di Jawa-Barat. 

Hal tersebut diungkapkan pegiat sejarah Raden Hamzaiya, saat kunjungan silaturahmi ke kediaman Kiyai Mustofa Aqil Siroj. Jumat (4/11). 

Diterangkan Raden Hamzaiya, bahwa Peninggalan berupa Keraton, Masjid Kuno, Makam para wali serta aneka ragam nilai kesejarahan keislaman masih kental di kota ini, hal ini lah yang menjadi magnet wisata di wilayah Cirebon.

” Potensi Wisata ini masih lestari dan menjadi magnet wisata bagi masyarakat Jawa-Barat bahkan hingga keluar kota sehingga menimbulkan efek ekonomi yang dapat mensejahterakan masyarakat,” ujar Raden Hamzaiya.

” Nilai kesejarahan Cirebon dengan khazanah keislamannya mampu menyedot banyak kunjungan wisata, hal ini yang mesti diperhatikan dan dikelola dengan baik,” tambahnya.

Raden Hamzaiya menuturkan, dalam mengelola wisata berbasis religi tentunya harus memiliki strategi dengan melibatkan banyak tokoh diantarnya adalah pemuka agama seperti Kiyai Mustofa Aqil Siroj.

” Tentunya silaturahmi ini semata-mata guna membahas terkait perkembangan wisata religi di Cirebon,” pungkas Raden Hamzaiya. (Hans). 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *