UdahminKapolda Riau Beri Nama “Nona Seroja” Untuk Anak Gajah Sumatera yang Lahir

3

dutapublik.com, PELALAWAN – Suasana haru menyelimuti Flying Squad Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau. Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan meninjau langsung anak Gajah Sumatera yang lahir secara tak terduga dari induk bernama Ria, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan berlangsung di Flying Squad Balai TNTN yang berada di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu benteng terakhir habitat Gajah Sumatera di Provinsi Riau.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Riau memberikan nama “Nona Seroja” kepada anak gajah betina tersebut. Penamaan itu disebut telah mendapat restu dari Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Turut mendampingi Kapolda Riau, antara lain Karo Rena Polda Riau Kombes Pol. Daniel Widya Mucharam, Karo SDM Polda Riau Kombes Pol. Dr. Boy Jeckson Situmorang, Dirreskrimsus Polda Riau Kombes Pol. Ade Kuncoro Ridwan, Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol. I Ketut Gede Adi Wibawa, serta Analis Kebijakan PID Divhumas Polda Riau Kombes Pol. Anom Kabarianto.

Hadir pula Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, Wakil Bupati Pelalawan Husni Tamrin, Kepala Balai TNTN Heru Submantoro, Kajari Pelalawan Dr. Eka Nugraha, Pabung Kodim 0313/KPR Mayor Inf. Lilik Haryono, Danramil 04/PKL Kapten Inf. Mawardi, beserta para petugas konservasi dan mahout TNTN.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan Forkopimda Pelalawan pada pukul 09.00 WIB. Selanjutnya, Kapolda Riau berinteraksi langsung dengan gajah-gajah konservasi binaan Flying Squad.

Kepala Balai TNTN, Heru Submantoro, mengatakan kelahiran anak gajah tersebut menjadi kabar membahagiakan bagi seluruh petugas konservasi.

“Kelahiran anak gajah dari induk Ria menjadi kejutan yang membahagiakan bagi petugas dan mahout. Ini adalah harapan baru bagi konservasi Gajah Sumatera. Tesso Nilo masih mampu mendukung kelangsungan hidup satwa ikonik ini. Menjaga kawasan ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan menyebut kelahiran Nona Seroja merupakan pertanda baik di tengah berbagai ancaman terhadap kelestarian satwa liar.

“Kelahiran ini merupakan peristiwa berharga bagi Riau dan dunia konservasi. Ini menjadi pertanda baik di tengah tantangan penyempitan habitat dan perburuan satwa liar. Saya merasa terhormat dapat memberikan nama Nona Seroja sebagai simbol harapan dan keindahan. Polda Riau berkomitmen mendukung perlindungan lingkungan serta memperkuat penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan,” katanya.

Kelahiran Nona Seroja yang sebelumnya tidak terdeteksi menjadi bukti bahwa Taman Nasional Tesso Nilo masih menyimpan harapan bagi keberlangsungan Gajah Sumatera.

Momen tersebut juga memperkuat sinergi antara Polri, TNI, Balai TNTN, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam menjaga kelestarian satwa dilindungi beserta habitatnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 11.30 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.

Nama Nona Seroja kini menjadi pengingat bahwa harapan bagi kelestarian Gajah Sumatera akan tetap ada, selama hutan Tesso Nilo terus dijaga bersama. (NH)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *