dutapublik.com, BANDUNG – Upaya menciptakan generasi Qurani, UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Komunitas Classic Baik Love and Charity menggelar Launching Bakti Sosial (Baksos) bertajuk Mengabdi Karena Cinta, Memberi dari Hati yang berlangsung di Pondok Pesantren (Pontren) Yatim dan Dhuafa Al-Kasyaf, pada Jumat (24/9).
Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Mahmud, M.Si. berjanji akan memberikan beasiswa Tahfiz kepada Santri Al-Kasyaf yang hafal Al-Qur’an minimal 5 juz yang ingin melanjutkan kuliah S1 dan menghibahkan kendaraan roda empat untuk operasional Pontren Al-Kasyaf.
“Untuk Santri yang hafal Al-Qur’an 10 juz dan ingin melanjutkan kuliah di UIN Sunan Gunung Djati Bandung akan diberikan Beasiswa, yang lulus S1 dan S2 dengan IPK 3,5 dan ingin melanjutkan kuliah diberikan Beasiswa.”
“Hari ini kita banyak belajar dari Mang Geo tentang berbagai memberikan manfaat terhadap orang lain. Dengan harapan dari santri Pondok Pesantren Al-Kasyaf nantinya terlahir generasi Qurani, Mujahid, Muzakki yang terus Istiqomah mensyiarkan Dakwah Islam,” tegasnya.
Rektor berpesan kepada Santri agar terus belajar, berbagi dan memberikan manfaat baik untuk diri sendiri maupun lingkungan.

Keterangan Gambar 2 : Para Santri Pontren Al-Kasyaf
“Caranya mendapatkan Beasiswa Tahfiz itu harus belajar dengan sungguh-sungguh. Rajin menghafal Al-Qur’an. Jadilah Pembelajar yang baik untuk diri sendiri dan orang lain. Janji Allah SWT ketika mencari ilmu dan belajar dengan sungguh-sungguh pasti diangkat derajatnya,” imbaunya.
Sementara Ust. Giovani Van Rega menjelaskan, Pontren Yatim dan Dhu’afa (PPYD) Al-Kasyaf ini mempunyai ciri khas sebagai Pesantren terbaik dan merupakan Pesantren pelopor dalam bidang Menulis dan Public Speaking (Dakwah).
“Sebuah kehormatan bagi kami atas kedatangan rombongan dari UIN Bandung, Komunitas Baik. Meskipun mempunyai kendaraan yang banyak, tapi datang dengan kendaraan yang sederhana karena kesederhanaan merupakan baju Ketaqwaan seseorang yang beriman,” paparnya.
Mang Geo, sapaan akrabnya menyampaikan, Pontren Al-Kasyaf ini mempunyai visi untuk menjadikan anak Yatim dan Dhuafa sebagai Mufassir Al-Quran. Yaitu mempunyai kemampuan menafsirkan Al-Quran dalam berbagai bidang sesuai dengan kompetensinya. PPYD Al-Kasyaf ini mempunyai kompetensi dalam Menulis, Public Speaking, Tahfiz dan Bahasa.
Pontren Al-Kasyaf di bawah naungan Yayasan Al-Kasyaf Bakti Mulia dan pendiriannya di latar belakangi oleh perintah Allah SWT dalam QS An-Nisa (4) ayat 1-10 mengenai kepedulian, mengurus, memberdayakan dan memelihara hak-hak anak Yatim dan Dhu’afa.

Keterangan Gambar 3 : Komunitas Classic Baik Love and Charity
Pontren Al-Kasyaf menggunakan kurikulum terpadu yang menggabungkan ajaran Islam (Dien), pengetahuan umum dan pendidikan berasrama. Para Santri dilatih untuk mampu memiliki kompetensi Tahfidz, Sains, Bahasa, dan Ilmu Islam
“Ada sekitar 200 Santri di Al-Kasyaf yang datang dari berbagai pulau, seperti Ambon, Maluku, Batam dan yang paling banyak dari Garut daerah Pakenjeng. Dengan empat kategori: Yatim, Duafa, tidak tahu Orang tuanya, Marginal. Pesantren di sini gratis seumur hidup.”
“Saya atas nama pengurus Al-Kasyaf mengucapkan terima kasih atas segala sumbangan yang diberikan oleh UIN Bandung, Komunitas Baik. Semoga dengan adanya pembagian ini dapat meningkatkan Pesantren Literasi. Dengan harapan dari Pesantren Al-Kasyaf ini dapat melanjutkan kuliah di UIN Bandung, melahirkan Pembelajaran yang baik, jadi seorang Mujahid, Muzakki,” jelasnya.
Ketua Komunitas Classic Baik Love and Charity. Drs. H. Khoirudin, M.M. menuturkan, kegiatan Launching Baksos tersebut berawal dari kebiasaan anak-anak yang sering nongkrong di rumah.
“Dari hasil obrolan itu terlahir gagasan untuk Bakti Sosial di Pondok Pesantren Al-Kasyaf. Sesuai dengan temanya mengabdi karena cinta, memberi dari hati. Berbagai kepedulian harus diawali dari hati. Tanpa cinta kita tak bisa mengabdi sepenuh hati,” tuturnya.
Secara simbolis Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Mahmud, M.Si., memberikan sumbangan kepada Pimpinan Pontren Al-Kasyaf Ust. Giovani Van Rega. (Endang)





