dutapublik.com, BEKASI – Jalan rusak bak kubangan kerbau yang sempat viral lantaran ditanami pohon pisang oleh warga yang kecewa sekitar di Kampung Selang, Desa Bantarsari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat langsung mendapat respon baik dari pemerintah.

Jajaran Pemkab Bekasi Saat Monitoring Perbaikan Jalan Rusak Desa Bantarsari
H. Hanif selaku Camat Pebayuran bersama Heru Pranoto selaku Kabid PUPR langsung mendatangi lokasi jalan rusak, yang rencananya akan langsung dilakukan pengerjaan pengerasan pada jalan rusak tersebut.
Ditemui dilokasi jalan rusak, Camat Pebayuran menuturkan bahwa dirinya sangat berterimakasih kepada warga Desa Bantarsari dan Bantarjaya yang sudah mengungkapkan rasa kekecewaannya terkait jalan rusak yang selama 15 tahun belum dapat tanggapan dari pihak terkait, padahal sudah di ajukan hampir setiap tahun dalam bentuk proposal ataupun dalam rapat Musrenbang.
“Terimakasih kepada warga Desa Bantarsari dan Bantarjaya yang sudah memberi informasi lewat media sosial yang sempat viral baru-baru ini, karena jalan rusak ini hampir 15 tahun rusak tapi belum mendapat respon dari dinas terkait, padahal pengajuan hampir setiap tahun diajukan, baik lewat rapat Musrenbang atau dalam bentuk proposal,” kata Camat Pebayuran Senin (6/6).
Hanif menambahkan bahwa dirinya juga berharap bahwa para anggota DPR yang berada di Dapil V, Kabupaten Bekasi, untuk ikut mendukung terkait pembangunan jalan rusak ini.
“Saya sangat berharap juga kepada para anggota Dewan sebagai perwakilan rakyat khususnya dewan yang berada di Davil V Kabupaten Bekasi, untuk mendukung terkait pembangunan jalan rusak,” tegasnya.
Hal itu dibenarkan oleh Agus Sahroni, warga Masyarakat Pebayuran ketika berada di lokasi, bahwa benar jalan ini rusak parah sudah sekian lama, dirinya pun merasa berterima kasih kepada camat dan dinas terkait yang sigap menanggapi terkait jala rusak ini, karena memang itu salah satu tugas sebagai pemerintah, dimana masyarakat dalam kesulitan mereka harus hadir ditengah tengah masyarakat untuk menyelesaikannya, baik itu dari lembaga legislatif dan eksekutif, karena jalan selain akses penghubung anatar desa juga merupakan sarana vital bagi masyarakat sebagai penopang perekonomian warga itu sendiri.
“Benar jalan rusak ini sudah sekian tahun belum pernah tersentuh perbaikan dari pemerintah, padahal ini sudah menjadi tanggungjawab para penyelenggara jalan yang ada di pemerintahan melalui dinas terkait, bahkan anggota Dewan sebagai lembaga legislatif harus respek atas penomena ini, saya berharap untuk kedepannya para anggota dewan khususnya dapil V, sebagai penampung aspirasi rakyat harus merespon apa yang menjadi kebutuhan rakyatnya, terutama jalan selain sebagai akses penghubung antar desa juga merupakan sarana vital untuk meningkatkan sektor perekonomian masyarakat,” kata Agus.
Hadir dalam sidak tersebut, Drs. H. Hanif S.Sos, MM., (Camat Pebayuran), Heru Pranoto (Kabid Dinas Binamarga) Tafip (PPTK Dinas Bina marga) Ika Kepala Desa Bantarsari, H. Ayi Juardi Sekdes Bantar Jaya, serta monitoring dari Babinsa dan Bimaspol masing-masing desa dan warga masyarakat setempat. (wnd)





