Wali Siswa SMK Erlangga Kecewa, Buku Rekening PIP Dipegang Pihak Sekolah

510

dutapublik.com, TANGGAMUS – Wali Siswa kecewa lantaran pihak Sekolah SMK Erlangga Kota Agung Timur berkilah terkait buku rekening Program Indonesia Pintar (PIP) milik siswa masih tetap di kuasai oleh pihak Sekolah. Kepala Sekolah berdalih buku rekening siswa tidak di tangan guru tapi ada di sekolahan.

Menurut orang tua siswa sudah beberapa kali anak saya menanyakan buku rekening miliknya, tapi pihak sekolah ada- ada saja alasan mereka, bahkan mereka saling lempar dan meminta orang tuanya langsung yang datang ke Sekolah.

“setelah saya datang ke Sekolah masih tetap pihak Sekolah tidak memberikan buku rekening milik anak saya, alasannya itu untuk arsip Sekolah,” ujarnya.

Kalau memang pihak Sekolah harus punya arsip masa iya harus yang asli untuk dijadikan arsip, foto copiynya kan bisa kalau cuma mau dijadikan arsip, kan jelas buku rekening itu atas nama siswa yang menerima bantuan kenapa gak dikasihkan. Alasan yang mereka pakai itu sama sekali tidak masuk akal,” bebernya. Selasa (16/5).

Lanjut orang tua siswa memang selama ini buku rekening itu pihak Sekolah yang pegang, baik itu siswa yang sudah lulus maupun siswa yang belum lulus.

“Makanya saya heran ada apa dengan SMK Erlangga ini kok masalah buku rekening aja susah amat, yang saya heran kok banyak banget alasannya arsip lah, masih ke selip lah. Iya anak saya udah nanyain gak dikasih, katanya orang tuanya aja yang langsung ke Sekolah. Giliran saya yang datang tetap gak dikasih. alasan untuk arsip foto copynya kan bisa kalau cuma buat arsip di Sekolah gak harus yang asli pokoknya aneh lah,” pungkasnya.

Saat awak media dutapublik.com mengkonfirmasi Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Erlangga via WatsApp, Kepala Sekolah, Lidia mengatakan bahwa buku rekening siswa itu tidak di pegang oleh guru, semua ada di sekolah.

“Itu kan arsip sekolah dimana-mana yang namanya pencairan PIP itu semua kembali ke sekolah itu dari dulu. Kami punya arsip banyak karena ada yang kelas 10 karena kelas 11- 12 itu akan dapat lagi.,” ujarnya.

Dikatakan Lidia, Kenapa itu ada di sekolah, karena itu banyak kasus, kalau sama siswa kebanyakan slip gak ada.

“Pernah juga diurus sebelum saya jadi Kepala Sekolah bahkan hampir semua pada waktu itu tidak ada bukunya, sedangkan buku itu mau dibuatkan rekening untuk yang reguler yang sekarang. Bahkan di Sekolah-sekolah lain itu sudah pada dapat ATM tinggal SMK Erlangga saja dan beberapa sekolah yang belum membuat ATM, makanya buku itu masih di sekolah tapi memang dari dulu buku itu memang di sekolah,” papar Lidia. Rabu (17/5).

Gambar ilustrasi buku tabungan siswa Progam Indonesia Pintar (PIP)

“kalau yang berkaitan dengan siswa itu atau orang tua itu mereka gak sabar aja, yang namanya barang itu kan banyak sedangkan kami baru bongkar sekolah, jadi ada barang perpus yang kami naikkan setelah pindah untuk mengajar barang itu kan kami libatkan siswa memang saya akui itu keteledoran nya sekolah kesalahan kami,” lanjutnya.

“Kami juga baru ingat setelah siswa kelas 12 itu yang nanya buku rekening, baru kami cari. Yang namanya manusia memang tak terlepas dari salah, kalau cuma buku rekening satu siswa sih dimana, ya tapikan semua buku PIP siswa itu memang belum kami temukan makanya saya sampaikan tadi kami masih upayakan mencari buku rekening tersebut, ” pungkasnya. (Sarip).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *