dutapublik.com, SUKABUMI – Kisah pilu pekerja migran Indonesia (PMI) yang tiada henti mengadukan kisah pahitnya selama di negara tempatan timur tengah sebagai asisten rumah tangga terus bermunculan.
Padahal pemerintah Indonesia sudah melarang siapapun untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di Saudi Arabia dan negara timur tengah lainnya.
Sebut saja RN wanita Asal Sukabumi Jawa Barat yang menceritakan kenyataan pahit dirinya yang saat ini berada di negara tempatan timur tengah ketika dikonfirmasi oleh awak media media dutapublik.com, Sabtu (31/12).
“Pak saya itu niat kerja dan saya ingin mendapatkan pekerjaan yang layak untuk saya,” ujarnya.
“Kenapa saya tidak dari awal dicancel pemberangkatan saya kalau cuma untuk mendapatkan fitnahan kepada saya,” ujarnya.
RN adalah salah satu pahlawan devisa dimana dirinya mengharapkan suatu pekerjaan yang akan bisa menghidupi keluarga yang berada di Indonesia.
Namun sangat disayangkan ketika RN berniat untuk bekerja alhasil yang di dapat hanya fitnahan.
“Pak saya diberangkatkan oleh PT Zam Zam dan saya disponsori sama pak Hoerudin,” pungkasnya.
Ketika awak media mengkonfirmasiĀ Hoerudin justru ia memilih bungkam dan tidak menanggapi permintaan konfirmasi dari awak media dutapublik.com hingga berita ini dipublikasikan.
Perlu diketahui bahwa Hoerudin diduga telah menabrak Kepmenaker No. 260 tahun 2015 tentang penghentian dan pelarangan pekerja migran Indonesia pada pengguna perseorangan ke negara negara kawasan timur tengah. (Rahmat)





