Warga Ajukan Tambah Daya Sejak 2021 Tidak Kunjung Direalisasi, Pabrik Baru Dibangun Akhir 2024 Langsung Realisasi Sambungan Listrik: Diduga Ada Uang 4 Juta Rupiah Masuk Ke Rekening Pribadi Vendor PLN Dari Pihak Pabrik

239

dutapublik.com, BEKASI – Mirisnya nasib warga Desa Cipayung Kabupaten Bekasi dimana sejak tahun 2021 sudah mengajukan tambah daya listrik ke PLN, namun hingga saat ini di tahun 2025 pengajuan tambah daya untuk 60 rumah warga tersebut tidak juga dikabulkan oleh PLN.

Petugas Vendor PLN Saat Memasang Trafo Untuk Pabrik Dan Tiga Rumah

Aktifis pro rakyat kecil yang akrab disapa Toyeng terus menyuarakan atas lambatnya kerja PLN merealisasikan pengajuan tambah daya warga Desa Cipayung. “Saya berulang ulang kali bilang dengan Abu Kepala Regu PLN namun hingga kini masih belum mendapatkan respon juga,” ujar Toyeng, Jumat (17/01/2025).

Masih kata Toyeng, PLN melalui vendor yang ditugaskan pada Jumat (17/01/2025) datang ke lokasi tiang listrik sekitar pabrik dan 60 rumah warga yang mengajukan tambah daya. Namun pemasangan trafo tersebut dianggap Toyeng tidak memenuhi standar. “Trafo yang dipasang menurut vendor prioritas untuk pabrik dan juga hanya tiga rumah saja yang dekat pabrik yang ditambah daya. Kabel yang dipakai juga tidak sesuai SOP PLN, vendor pakai kabel sekunder berbahan alumunium bukan berbahan tembaga (AAAC-8,) sesuai standar PLN,” ujarnya.

Kabel Berbahan Aluminium Yang Dipasang Vendor PLN

Masih menurut Toyeng, PLN berikut vendornya jangan hanya mementingkan perut sendiri dengan mementingkan pabrik yang sudah memberikan uang 4 juta rupiah dengan dalih sewa kabel. “Kenapa pengajuan itu dari tahun 2021 hingga sekarang 2025 tidak juga direalisasikan, sementara pabrik yang baru dibangun akhir tahun lalu langsung direalisasikan sambungan listriknya. Apalagi dengan adanya bukti transfer yang diduga dari pabrik ke oknum dengan dalih sewa kabel. Uang sewa tersebut dikirim ke rekening pribadi bukan rekening perusahaan vendor apalagi rekening PLN. Jadi ini jelas ada oknum mementingkan orang yang berduit ketimbang masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu di waktu yang berbeda awak media dutapublilk.com berhasil meminta tanggapan vendor dari PT MAC yang ditugaskan PLN memasang trafo di sekitar pabrik dan 60 rumah warga. Ketika ditanya kenapa mengutamakan pabrik dan baru akan menaikkan daya 3 rumah yang berdekatan dengan pabrik, pihak vendor hanya mengatakan bahwa informasi dari PLN sangat mendadak ke pihak vendor. “Informasi ke vendor mendadak,” ujar salah satu pegawai vendor di lokasi pemasangan trafo.

Lalu ketika ditanya terkait kabel sekunder yang dipasang berbahan aluminium padahal seharusnya kabel sekunder berbahan tembaga, pegawai vendor tersebut tidak bisa menjawab pertanyaan awak media dutapublilk.com tersebut. (tim)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *