Warga Pekon Kota Dalom Keluhkan Bau Menyengat Limbah Usaha Tahu Rumahan


dutapublik.com, TANGGAMUS – Warga Dusun 1 RT 6 Pekon Kota Dalom Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus sesalkan perilaku pemilik industri rumahan tahu yang kerap kali membuang limbah tahu di aliran air siring.

Selain pencemaran air siring, debu asap dari mesin pengolahan tahu tersebut juga menjadi salah satu yang sangat dikeluhkan warga kerena dampaknya sangat terasa oleh warga sekitar terutama debu asap hitan yang menempel di tembok rumah hingga mengotori rumah mereka.

Menurut salah satu warga saat dimintai tanggapannya oleh awak media dutapublik di kediamannya mengatakan sebenarnya warga juga heran kenapa tidak ada peneguran dari dinas terkait. “Kalau warga yang negorkan gak enak nanti dibilang kita usil dengan pekerjaan orang lain,” ujar warga kepada dutapublik.com, beberapa waktu lalu.

“Sedangkan dampak yang kami rasakan ya memang ada, seperti asap, dampaknya rumah kami menjadi kotor, kemudian limbah yang mereka buang di siring air menjadi keruh dan menimbulkan bau kadang-kadang ikan juga banyak yamg mati. Dulu air siring ini bersih bening dan ikannya juga banyak sekarang ikan sudah gak ada lagi,” ucapnya.

“Pertama rumah kami jadi kotor, air yang dulunya bersih sekarang keruh dan berbau walaupun air itu gak dipakai untuk nyuci tapi air itu untuk mengairi sawah,” tutup warga.

Sementara saat dikonfirmasi Anwari selaku pemilik produksi tahu mengatakan bahwa usahanya hanya industri rumahan, produksinya juga cuma mencapai 50 kg sampai 70 kg saja.

Adapun kata Anwari, terkait limbah ke air siring ia berkilah bahwa air siring sekarang sudah tidak dipakai warga untuk keperluan sehari-hari. “Kalau masalah limbah air siring ini kan udah lama gak digunakan lagi untuk nyuci segala macem jadi ya kita buang limbahnya ke kali, lagipula limbah itu kan cuma berupa air, air itu kan air cuka memang biasanya langganan saya dari Gunung Batu dan Sumberejo yang ngambil air libah itu untuk minum sapi mereka,” beber Anwari pada Senin (2/1).

“Kalau untuk surat-suratnya kita sudah lengkap udah ada surat izinnya udah ada SHU nya waktu itu pak Ali Yasmir yang ngurus-ngurus surat-suratnya yang dinas di kabupaten. Bukan saya libatkan pak Ali Yasmir saat itu kata pak Ali Yasmir bilang udah sini saya yang ngurus surat suratnya biar kamu enak kata pak Ali Yasmir, aku juga selama ini tidak pernah baca-baca isi surat izin tersebut udah ada semua buat suratnya di Kecamatan,” sambungnya.

“Saya kan baru sekitar dua tahun , karena ini masih diurus mau balik nama surat-suratnya dan surat-suratnya belum jadi juga masih sama notaris jadi kami belum tau menerima pajak-pajaknya karena posisi surat-surat ini masih di notaris jadi semua IMB segala macemnya saya lengkapin,” jelasnya.

“Bahkan kalau saya mau mengeluh justru kotoran kambing itulah yang baunya sangat terasa apa lagi kalau posisi ada angin, tapi kembali lagi yang namanya kita bermasyarakat ya kita maklum ajalah,” pungkas Anwari. (Sarip)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *