Duta Publik

Masyarakat Campang Dan YPPKM Batalkan Aksi Demo PT. Japfa Comfeed Indonesia, Ketua YPPKM: Kami Menduga Ada Pihak Lain Gagalkan Dengan Cara Intimidasi Warga

63

dutapublik.com, TANGGAMUS – YPPKM dan Masyarakat Pekon Campang Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus Lampung batal gelar aksi demo di depan PT Japfa Comfeed Indonesia, Tbk Plant, yang dijadwal pada Rabu 31Januari 2024 dikarenakan masyarakat yang akan ikut demo merasa ketakutan.

Ketua Yayasan Penelitian Pengembangan Kesejahteraan Masyarakat (YPPKM) Adi Putra Amril, S.H., mengatakan alasan warga Dusun Satu dan Tujuh Pekon Campang Kecamatan Gisting ingin gelar aksi demo di depan PT. Multi Brothers, yang kini telah berganti nama menjadi PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk Plant, berawal dari keluhan Kepala Pekon Campang, Kepala Pekon Kuta Dalom, Kepala Pekon Lanbau dan Kepala Pekon Sidokaton terkait limbah kotoran yang keluar dari lokasi PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Plant.

Adapun alasan warga sekitar merasa tak nyaman antara lain disebabkan oleh limbah dan bau kotoran yang tercium sampai ke pemukiman atau desa sekitar.

Ketua YPPKM Adi Putra Amil menerangkan sejak berdiri pada tahun 1994, PT. Multi Brothers yang sekarang telah berganti nama menjadi PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk, PT ini memiliki kandang ayam petelur sebanyak 30 kandang dengan ukuran 6×100 meter. Sejak berdirinya PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk dari 1994 hingga sekarang tidak pernah memperhatikan warga di kedua Dusun yakni dusun 1 dan dusun 7 Pekon Campang.

“Atas keluhan warga di kedua dusun Pekon Campang ini, saya Ketua YPPKM bersama tim observasi lakukan investigasi terkait keluhan Kepala Pekon dan Masyarakat Pekon Campang, pada tanggal 09 Januari 2024 atas keluhan tersebut saya berusaha menggali informasi dengan cara mengumpulkan warga Dusun 1 Pekon Campang yang dihadiri oleh Bapak Nurhadi sebagai Babinsa, Bapak Mujito Kepala Pekon Campang, beserta rekan rekan media,” ujar Adi, Kamis (1/2/2024).

Masih kata Adi dalam pertemuan tersebut ia bersama tim mendengarkan keluhan warga masalah dampak lingkungan dengan keberadaan PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk dari tahun 1994 hingga sekarang. ada pun keluhan warga Campang sebagai berikut:

Limbah kotoran ayam meluap ketika hujan,yang mengeluarkan bau tak sedap dengan seringnya mencium bau tak sedap yang bisa membuat pusing dan sesak napas, juga banyaknya hama tikus berasal dari kandang PT Japfa ketika pihak PT Japfa memberantas tikus tikus tersebut dengan cara menebar racun, bangkai tikus pada mati di perkebunan warga dan rumah rumah warga pun tak luput dari sasaran bangkai tikus yang masuk di pemukiman warga sekitar kandang.

“Tak hanya itu dengan banyaknya hama tikus di sekitaran kandang ayam PT Japfa, tikus tikus tersebut juga menyasar tanaman warga seperti halnya kebun salak dengan banyaknya buah salak yang mengakibatkan petani salak merugi hasil mereka berkurang dan juga dampak lain yang timbul pada warga, seperti halnya hama kecil yang sering disebut warga sekitar dengan nama Frengki hama ini keluar pada malam hari dan dampak gigitan nya menyebalkan seperti luka bakar dan gatal luar biasa dampak lain yang tak kalah mirisnya di samping samping tembok PT Japfa, sengaja tidak ditutup dan dibiarkan terbuka yang dimanfaatkan oleh pihak PT Japfa membuang bangkai ayam yang mati,” ujarnya.

Kata Adi, PT Japfa tidak mengutamakan warga di kedua Dusun yang berkerja di PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk. Warga Pekon Campang hanya beberapa orang, saja yang bekerja di PT Japfa padahal lokasi PT. Japfa berada di lingkungan mereka, lalu tak berjalannya CSR di ke dua dusun, juga banyaknya lalat hijau ketika bongkar maupun tidak bongkar.

“Karena banyaknya keluhan warga yang disampaikan pada saya selaku ketua YPPKM, maka pada tanggal 15 Januari 2024 YPPKM mengajukan surat audiensi pada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanggamus, akhirnya dijadwalkan hearing/audiensi pada tanggal 22 Januari 2024 di kantor DPRD setempat.”

Audiensi berlangsung di ruang Rapat Pimpinan DPRD Tanggamus, hearing dihadiri oleh Wakil Ketua III DPRD Tanggamus Kurnain, S.I.P., Sekretaris Komisi IV Baharen S.E., anggota Komisi IV Buyung Zainudin, Dinas Peternakan Dinas Disnakertrans Dinas Lingkungan Hidup, perwakilan PT Japfa, Kepala Pekon Campang Mujito, Masyarakat dan juga awak media.

Dalam audiensi tersebut, pihak PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk, merasa sudah mengikuti prosedur yang ada baik AMDAL, ada IPAL dan lain sebagainya. PT. Japfa merasa sudah memberikan CSR, merasa sudah memperkerjakan warga Campang sebanyak 36 orang dari 206 tenaga kerja di PT. Japfa plant Campang.

“Saat audiensi saya selaku Ketua YPPKM menegaskan bahwa YPPKM punya bukti kalau pihak PT Japfa Comfeed Indonesia telah merugikan warga, bukti bukti tersebut berupa rekaman video maupun hasil wawancara kami sama warga,” ujarnya.

Adapun tuntutan warga pada PT Japfa sebagai berikut;

1. Meminta kompensasi sebesar Rp. 35.000.000, Kepala Keluarga bagi 160 kepala keluarga di Dusun 1 dan Dusun 7 Pekon Campang;
2. Meminta PT. Japfa Comfeed Indonesia memberikan lahan parkiran tempat parkir bongkar muat untuk dikelola pemuda Dusun 1 Pekon Campang;
3. PT. Japfa Comfeed Indonesia, memprioritaskan warga Dusun 1 dan Dusun 7 untuk bekerja dengan kuota yang lebih besar

4. Meminta PT. Japfa Comfeed Indonesia, Memberikan kotoran ayam secara cuma-cuma untuk menjadi pupuk pertanian warga sekitar

5. Warga meminta program CSR untuk pembinaan warga;

6. Warga minta bingkisan setiap hari raya idul fitri yang adil dan merata;

7. Warga meminta PT. Japfa memberikan hewan kurban 1 ekor di musholah Dusun 1 Pekon Campang pada saat hari raya idul adha.

Namun dalam hearing tersebut tidak ada keputusan dari PT. Japfa Comfeed Indonesia, YPPKM dan warga memberikan waktu sampai tanggal 29 Januari 2024, apabila tidak ada keputusan maka warga bersama-sama YPPKM melakukan aksi demo massa di depan PT. Japfa Comfeed Indonesia, Pekon Campang pada tanggal 31 Januari 2024.

Adi Putra Amril menambahkan setelah hearing tak membuahkan hasil, masyarakat dan YPPKM bersikeras gelar aksi di depan PT Japfa namun banyak pihak yang ingin menggagalkan aksi demo YPPKM dan warga Pekon Campang pada tanggal 31 Januari 2024, dengan cara warga diintimidasi atau ditakut-takuti akan diciduk, diculik bahkan mau ditangkap apabila ikut demo Intimidasi tersebut diduga dilakukan oleh sekretaris desa Pekon Campang terhadap RT dan Kadus Dusun 1 juga Dusun 7.

“Dugaan intimidasi yang dilakukan oleh Juru tulis Pekon Campang (Sekdes) itu atas perintah Camat Gisting, saya di perintah Camat,” ujar Adi menirukan apa yang disampaikan Sekretaris Desa padanya.

“Dengan adanya bahasa diperintah Camat yang disampaikan oleh Sekdes Pekon Campang, saya pun mengkonfirmasi langsung bu Camat Purwanti untuk mendapat kejelasan terkait informasi yang disampaikan oleh Sekdes, namun Camat Purwanti menyangkal, adapun tujuan mereka menakut nakuti warga tak lain dan tak bukan hanya untuk menggagalkan aksi demo yang sudah di depan mata.”

“Yang lebih ironisnya lagi PT Japfa secara diam diam mengumpulkan warga dan meminta surat pernyataan pada warga dengan iming iming kalau pihak PT Japfa siap penuhi apa yang menjadi tuntutan warga, dimana pada saat PT Japfa mengumpulkan warga, YPPKM tidak diundang dalam acara tersebut,” ujarnya.

“Yang jelas YPPKM akan terus menggali informasi terkait dugaan intimidasi tersebut, jika YPPKM telah mendapatkan bukti bukti yang cukup menguatkan yang membenarkan bahwa intimidasi itu benar benar ada, saya Adi Putra Amil akan buktikan juga pada mereka yang melakukan intimidasi pada warga Pekon Campang,” pungkasnya. (Sarip)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!