Warga Sampit Meriahkan Idul Fitri 1442 H Dikelilingi Genangan Banjir

484

dutapublik.com, KOTAWARINGIN TIMUR – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, sejak Rabu (12/5) malam hingga Kamis (13/5) pagi. Bahkan terpantau, saat pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1442 H hujan masih melanda Sampit.

Akibat guyuran hujan tersebut, akhirnya suasana Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah di Kota Sampit diwarnai banjir yang hampir merata, khususnya Pemukiman dan di jalan-jalan yang kondisinya rendah.

Salah satu warga Perumahan Wengga Metropolitan Sampit, yang terdampak banjir menuturkan, bahwa kondisi rumahnya akibat diguyur hujan semalam akhirnya tergenang banjir. Padahal, sebelumnya tidak pernah dilanda banjir.

“Rumah kami biasanya tidak sampai kebanjiran, tapi tadi malam banjir sampai masuk ke dalam rumah. Jalanan juga sulit dilewati karena terendam,” kata Serunika, pada Kamis (13/5).

Diketahui, kondisi ini juga dipengaruhi oleh Sungai Mentaya yang sedang pasang. Akibatnya, air hujan mengalir lambat ke sungai sehingga meluber merendam jalan dan perumahan yang posisinya rendah.

Sementara itu, dampak genangan banjir juga melanda beberapa Perumahan, yaitu Wengga Metropolitan, Perumahan Deny Priantoro, Arjuno Kecamatan Baamang, Perumnas Jalan HM .Arsyad, Kawasan RSUD dr. Murjani Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Selain beberapa Perumahan dan Pemukiman warga yang tergenang banjir, sejumlah ruas jalan pun ikut terendam banjir, diantaranya Jalan Muchran Ali yang lokasinya cukup dekat dengan Sungai Mentaya.

Akibatnya, warga harus mengurangi kecepatan saat melintas area tersebut, karena genangan air cukup tinggi meski berangsur surut.

Di Hari Kemenangan Idul Fitri 1442 H, akhirnya warga yang rumahnya kebanjiran terpaksa sibuk mengamankan perabotan rumah tangga agar tidak ikut terendam. Perayaan Idul Fitri ini terpaksa diisi dengan membersihkan rumah baik yang masih banjir maupun usai dilanda banjir.

Di tempat terpisah, salah satu warga Perumahan Deny Priantoro Kelurahan Baamang Barat, yang juga rumahnya terendam banjir mengatakan, Ia terpaksa melarang sanak saudaranya untuk berkunjung ke rumahnya, karena kondisi rumahnya terendam banjir.

“Saya terpaksa memberitahukan kepada keluarga agar sementara jangan berkunjung ke rumah dulu karena komplek sedang banjir merata. Kasihan kalau terjebak di tengah jalan. Tunggu sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,” ungkap Rahmad. (rinto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *