dutapublik.com, PEKANBARU – Proses Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Riau (UNRI) periode 2026-2030 mulai memasuki tahapan penting setelah masa pendaftaran bakal calon rektor resmi ditutup. Sebanyak delapan akademisi dipastikan ikut dalam kontestasi yang akan menentukan arah kepemimpinan Universitas Riau untuk lima tahun ke depan.
Pilrek UNRI kali ini dinilai menarik karena menghadirkan figur-figur dengan latar belakang akademik, pengalaman birokrasi, dan bidang keilmuan yang beragam. Civitas akademika pun mulai menaruh perhatian terhadap gagasan serta arah transformasi yang akan ditawarkan masing-masing kandidat dalam membawa Universitas Riau semakin berkembang dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.
Adapun delapan nama yang resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor Universitas Riau yakni Prof. Dr. Jimmi Copriady, M.Si., Dr. Mexsasai Indra, S.H., M.H., Prof. Dr. Iwantono, M.Phil., Prof. Dr. Firdaus, S.H., M.H., Prof. Dr. Elfizar, S.Si., M.Kom., Prof. Dr. Nofrizal, S.Pi., M.Si., Prof. Dr. Ahmad Fadli, S.T., M.T., Ph.D., serta Dr. Aldrin Herwany, Ph.D.
Sebagian besar kandidat berasal dari internal Universitas Riau dan dikenal aktif dalam pengembangan akademik maupun tata kelola perguruan tinggi.
Prof. Dr. Jimmi Copriady, M.Si., saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau. Ia dikenal fokus pada pengembangan dunia pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus.
Sementara itu, Dr. Mexsasai Indra, S.H., M.H., merupakan akademisi bidang hukum yang kini menjabat Wakil Rektor I Universitas Riau. Sebelumnya, ia juga pernah dipercaya memimpin Fakultas Hukum UNRI sebagai dekan.
Nama Prof. Dr. Firdaus, S.H., M.H., juga cukup dikenal di lingkungan akademik sebagai Guru Besar Fakultas Hukum dengan pengalaman panjang dalam bidang pendidikan tinggi dan birokrasi kampus.
Dari rumpun sains dan teknologi, Prof. Dr. Elfizar, S.Si., M.Kom., yang saat ini menjabat Wakil Dekan I FMIPA Universitas Riau dikenal aktif dalam pengembangan tata kelola akademik dan kelembagaan fakultas.
Selanjutnya terdapat Prof. Dr. Nofrizal, S.Pi., M.Si., dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Kehadirannya dinilai mewakili kekuatan akademik bidang kemaritiman dan sumber daya perairan yang selama ini menjadi salah satu identitas penting Universitas Riau.
Kemudian Prof. Dr. Ahmad Fadli, S.T., M.T., Ph.D., yang kini menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Riau dikenal aktif dalam pengembangan bidang teknologi, rekayasa, dan infrastruktur pendidikan tinggi.
Satu-satunya kandidat dari luar internal UNRI adalah Dr. Aldrin Herwany, Ph.D. Ia berasal dari Universitas Padjadjaran dan saat ini bertugas di lingkungan LLDikti Wilayah III Jakarta serta aktif di dunia akademik nasional.
Sementara itu, Prof. Dr. Iwantono, M.Phil., dikenal sebagai akademisi bidang fisika yang saat ini menjabat Dekan FMIPA Universitas Riau dan pernah menjadi Wakil Rektor III periode 2019-2023.
Alumni Jurusan Fisika Universitas Riau tersebut melanjutkan pendidikan magister dan doktoralnya di Inggris dengan fokus kajian pada bidang semikonduktor dan nanomaterial. Dalam perjalanan akademiknya, ia pernah menjabat Ketua Jurusan Fisika, Kepala Laboratorium Nanomaterial, hingga Wakil Dekan III FMIPA.
Selain aktif dalam pengembangan akademik dan riset, Prof. Iwantono juga memiliki pengalaman organisasi di tingkat nasional melalui Forum Wakil Rektor III Nasional serta organisasi ICMI di tingkat kota maupun provinsi.
Dalam berbagai kesempatan, dirinya menyoroti pentingnya peningkatan kualitas akademik, penguatan jejaring internasional, hilirisasi riset, dan pengembangan kampus yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Dengan beragam latar belakang dan pengalaman para kandidat, Pilrek UNRI 2026-2030 diperkirakan berlangsung dinamis. Civitas akademika kini menantikan visi dan gagasan yang akan ditawarkan masing-masing bakal calon dalam membawa Universitas Riau menuju perguruan tinggi yang semakin unggul dan berdaya saing. (N.H)





