Menkominfo Diminta Segera Tutup Situs Judi Online 5G Toto Dan Bunga Slot, Terbukti Banyak Rugikan Masyarakat 

427

dutapublik.com, BEKASI – Maraknya situs judi online tentunya sangat memprihatinkan. Pasalnya banyak masyarakat menjadi korban keganasan situs judi online menyedot uang masyarakat yang menjadi korbannya. Dari berbagai situs judi online, 5G Toto dan Bunga Slot diketahui salah satu yang paling ganas dalam menyedot uang masyarakat yang menjadi korban.

Tampilan Situs Judi Online Bunga Slot

Salah satunya sebut saja Dono, warga Cikarang Kabupaten Bekasi yang merupakan member aktif situs 5G Toto. Ia mengaku sudah habis puluhan juta di situs tersebut. “Awalnya saya dibuat menang judi slot, tapi lama kelamaan saya dibuat rungkad terus oleh situs 5G Toto,” ungkap Dono kepada dutapublik.com, Sabtu (27/4/2024).

Baca Juga:  Pendamping Bansos Tegaskan Tidak Bisa Disalahkan, Kemensos Sudah Jelaskan Alasan Penghentian

Alhasil uang dan barang berharga Dono kini raib karena terus menerus digunakan deposit di situs 5G Toto. “Awalnya saya punya motor sekarang saya kalau kemana-mana jalan kaki, semuanya habis buat deposit di situs judi online 5G Toto,” ujarnya.

Menyikapi hal ini, Humas DPP PW Fast Respon Polri, Yusri Amarahman, meminta kepada Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie untuk bertindak tegas dengan maraknya situs judi online terutama yang sangat rakus dalam menyedot uang masayarakat. “Kami minta Menkominfo agar segera menindak tegas situs judi online yang kini semakin marak, apalagi situs-situs yang sangat ganas menyedot uang masyarakat seperti situs 5G Toto dan Bunga Slot,” ujar Yusri.

Baca Juga:  Kasus Judi Online (2): Korban Judi Online Website Omutogel Berikan Testimoni, Dari Punya Mobil Hingga Nyeker

Menurut Yusri yang perlu dicermati Menkominfo adalah bebasnya akses VPN yang menjadi celah untuk terbebasnya blokir dari Menkominfo. “VPN semacam WRAP ini juga menjadi sumber masalah karena para penjudi online dengan bebas bisa mengakses situs judi online yang diblokir Menkominfo hanya dengan menginstal WRAP. Saya berharap ada regulasi khusus Menkominfo agar akses terhadap VPN dapat diperketat,” ungkapnya. (Tim)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *