dutapublik.com, KOTA BANJAR – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kota Banjar Sesalkan Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Banjar yang tak ikut hadir dalam acara FGD (Focus Group Discussion), Silaturahmi dan Tadarus Kebangsaan bertajuk Islam, Pancasila dan Kebangsaan, yang digagas oleh DPC GMNI Kota Banjar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Banjar, pada Senin (31/5).
Acara siang tadi yang seharusnya disksusi mengenai pendidikan kebangsaan dan rekomendasi organisasi perihal segala bentuk permasalahan dan issue krusial mengenai implementasi nilai-nilai Pancasila dan Kebangsaan di Kota Banjar, berubah menjadi ungkapan kekecewaan.
Dalam pemaparannya DPC GMNI Kota Banjar yang disampaiakan oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi, Firosul Haq mengungkapkan, rasa kekecewaannya atas ketidakhadiran Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Banjar pada giat FGD Silaturahmi dan Tadarus Kebangsaan tersebut.
“Rasa terima kasih atas nama pribadi dan organisasi kami ucapkan kepada Bapak Wakil Wali Kota Banjar H. Nanan Suryana dan Wakil Ketua DPRD Kota Banjar Tri Pamuji Rudianto beserta Kapolres Banjar AKBP. Melda Yanni yang sudah berkenan menyambut kedatangan Keluarga Besar GMNI Kota Banjar.”
“Namun atas Instruksi Ketua dari musyawarah bersama seluruh pengurus dan kader, Kami memutuskan untuk tidak melanjutkan diskusi ini karena ketidakhadirannya Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Banjar,” ucap Pria yang akrab dipanggil Yos.
Yos menuturkan, bahwa Kader GMNI memiliki 5 prinsip perjuangan yang menjadi jati diri yakni PANCALOGI (Ideologi, Revolusi, Organisasi, Studi dan Integrasi).
Upaya giat FGD tersebut, lanjut Yos, dalam rangka implementasi dan tanggung jawab organisasi dalam membumikan Ideologi Pancasila dan nilai implementasi revolusi dalam upaya Deradikalisasi faham anti Pancasila, Deseminasi pendidikan Nasionalisme dan Revitalisasi pemikiran dan budaya yang saat ini bergeser pada faham dan aplikasi kehidupan yang jauh dari nilai-nilai Kebhinekaan.
“Sungguh sangat disayangkan acara diskusus ini tidak dihadiri oleh Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Banjar padahal kami semua tahu beliau berdua ada,” sesal Yos.
Dirinya juga menyampaikan, bahwa dalam giat tersebut, terselip gagasan dan rekomendasi organasisi yang melalui proses pengkajian panjang seluruh Kader di tingkatan Komisariat dan Cabang melalui keputusan rekomendasi Bidang Penelitian dan Pengembangan GMNI.
“Sedari awal kita sudah sampaikan rangkaian TOR (Term of Reference) giat ini. Tapi amat disesalkan sikap Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Banjar yang tidak hadir, seolah menyepelekan undangan pada giat ini,” kesal Yos.
“Atas nama Organisasi Kami meminta Reschedule (penjadwalan ulang) untuk di pertemukan dengan Wali Kota, Ketua DPRD dan Kapolres Banjar. Jika permohonan ini tidak di kabulkan, kami akan melakukan tindakan atau aksi lain,” ucap Yos pada awak media sambil meninggalkan Ruang Sidang Paripurna DPRD Kota Banjar.
Tak jelas aksi apa yang akan dilakukan jika permohonan untuk bertemu tidak dikabulkan. Namun saat dikonfirmasi kepada Solehan selaku Ketua DPC GMNI Kota Banjar mengenai rencana aksi selanjutnya, dirinya mengatakan, wajar jika seluruh Kadernya kecewa bahkan marah. Karena, acara yang seyogianya digelar pada Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, akan tetapi dua kali direschedule dan baru bisa dilaksanakan tadi siang.
“Ya mbok wajar toh, kalau Kader-Kader kami naik pitam dan kecewa proses kajian dan komunikasinya bukan sebentar, lah tiba-tiba pas hari H beliau- beliau yang kami undang hadir tidak hadir dan mendelegasikan kepada wakilnya,” ungkpanya.
Solehan menceritakan, bahwa Kader yang sudah dipersiapkan hadir di acara giat tersebut sudah berkumpul di Sekretariat. Akan tetapi dirinya mendapatkan kabar bahwa Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Banjar tidak bisa hadir yang membuat Kader-Kader kami kecewa dan naik pitam.
“Siang tadi saya standby dan tidak berangkat ke DPRD bersama beberapa pengurus cabang yang lain untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan dan saya memberikan instruksi kepada Wakil Ketua Bidang Organisasi bersama beberapa Kader untuk datang ke DPRD menyampaikan ungkapan kekecewaan dan harapan-harapan lainnya,” tutur Solehan.
Dirinya menambahkan, bahwa segalanya sudah tersampaikan oleh delegasi yang ditugaskan hadir.
“Pemaparannya sudah gamblang dan jelas, harapan kami dimohon untuk diindahkan,” pungkas Solehan. (iwan ridwan)





