Kapolri Menangis dan Peluk Keluarga Ojol Korban Rantis Brimob, Janji Tegakkan Keadilan

95

dutapublik.com, JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada keluarga pengemudi ojek online (ojol) yang tewas terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat kericuhan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (28/8/2025).

Permintaan maaf itu disampaikan Kapolri saat mendatangi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025) dini hari. Kehadiran Kapolri ditemani Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri.

Dengan wajah muram, Kapolri menyalami keluarga korban sambil membungkuk sebagai bentuk penghormatan. Tak lama kemudian, suasana haru pecah. Jenderal Listyo Sigit memeluk erat salah satu anggota keluarga korban yang menangis histeris dalam pelukannya.

Terlihat Kapolri berusaha menahan air mata, sembari menepuk-nepuk punggung keluarga korban yang terus menangis. Suasana di ruangan RSCM itu menjadi penuh keharuan, memperlihatkan empati tulus seorang pucuk pimpinan Polri.

“Mohon maaf ya, Pak…” ucap Kapolri lirih, berkali-kali menyampaikan penyesalannya atas tragedi tersebut.

Selain menyampaikan belasungkawa, Kapolri juga berkoordinasi dengan pengurus lingkungan tempat tinggal korban untuk memastikan pemakaman dan seluruh kebutuhan almarhum ditangani dengan baik. “Kami berkomunikasi untuk mempersiapkan pemakaman dan juga hal-hal lain yang diminta oleh keluarga almarhum,” ujarnya.

Langkah ini menjadi simbol kepedulian institusi Polri dalam menghadapi dampak sosial dari insiden tragis tersebut. Kapolri menegaskan, Polri akan melakukan evaluasi menyeluruh serta memastikan proses hukum berjalan transparan.

Tujuh Anggota Brimob Diperiksa
Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim mengonfirmasi bahwa tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan. Mereka diketahui berada di dalam rantis yang menabrak pengemudi ojol saat kericuhan demo pecah di area Gedung DPR/MPR RI.

Ketujuh anggota tersebut berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J. Pemeriksaan mendalam tengah dilakukan untuk mengungkap kronologi dan menetapkan tanggung jawab hukum.

“Ini bagian dari komitmen kami untuk menegakkan disiplin. Hasil pemeriksaan akan menentukan langkah hukum selanjutnya terhadap para anggota yang terlibat,” tegas Irjen Abdul Karim.

Tragedi ini menjadi ujian besar bagi Polri dalam menjaga kepercayaan publik. Pelukan Kapolri kepada keluarga korban di RSCM menjadi simbol janji institusi kepolisian untuk tidak tinggal diam dalam menghadapi insiden mematikan ini. (S.N)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *