Ditjen Pothan Kemenhan RI: Brigjen TNI Budi Haryono Tegaskan Bela Negara Sebagai Wujud Pengabdian Kepada Bangsa

67

dutapublik.com, MINAHASA – Bertempat di Gedung Wale Ne Tou, Tondano, Kabupaten Minahasa, Brigjen TNI Budi Haryono dari Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) Kementerian Pertahanan RI memberikan materi Bela Negara kepada para peserta kegiatan, Senin (15/12/2025).

Dalam pemaparannya, Brigjen TNI Budi Haryono menjelaskan substansi Bela Negara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 Pasal 9. Ia menegaskan bahwa upaya Bela Negara bukan hanya kewajiban dasar warga negara, tetapi juga merupakan kehormatan yang harus dijalankan dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan kerelaan berkorban sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Upaya Bela Negara, selain sebagai kewajiban dasar manusia, juga merupakan kehormatan bagi setiap warga negara yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran, bertanggung jawab, dan rela berkorban dalam pengabdian kepada bangsa dan negara,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila pada hakikatnya mengajarkan penghargaan terhadap perbedaan, baik perbedaan agama, perilaku, status sosial, maupun pendapat, serta pentingnya menjaga kekompakan dalam keberagaman.

“Kami memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa, Bupati, dan seluruh masyarakat yang telah bersama-sama menggelar kegiatan Bela Negara ini. Terlebih, pada Februari 2026 kegiatan Bela Negara akan dilaksanakan secara nasional. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat diikuti oleh kabupaten dan kota di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sebelumnya, di hadapan para kepala sekolah dan hukum tua se-Kabupaten Minahasa, Brigjen TNI Budi Haryono menggarisbawahi bahwa Bela Negara sebagaimana diatur dalam Pasal 6 Ayat 2 merupakan bentuk keikutsertaan warga negara yang diselenggarakan melalui pembinaan kesadaran Bela Negara.

“Bela Negara bukanlah wajib militer, melainkan sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, guna menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Minahasa Robby Dondokambey menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan momentum strategis dalam menumbuhkan semangat kebangsaan serta meningkatkan kesadaran Bela Negara di tengah masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa, saya mengucapkan selamat datang kepada Brigjen TNI Budi Haryono beserta jajaran Kementerian Pertahanan RI. Kehadiran ini merupakan kehormatan sekaligus sumber inspirasi bagi masyarakat Minahasa,” ujarnya.

Menurut Bupati Robby, kehadiran Ditjen Pothan Kemenhan RI memberikan energi baru dalam menumbuhkan kesadaran Bela Negara, termasuk dalam memerangi korupsi yang merupakan salah satu bentuk Bela Negara paling nyata dan mendesak saat ini.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Minahasa agar menjadikan kegiatan ini bukan sekadar penambah pengetahuan, tetapi sebagai momentum membangun komitmen bersama, menjadikan nilai-nilai Bela Negara sebagai budaya hidup, karakter, dan identitas masyarakat Minahasa yang bermartabat,” pungkasnya. (Effendy)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *