dutapublik.com, PONOROGO – Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Ponorogo menggelar kegiatan donor darah di Padepokan SH Terate, Jalan Raya Ponorogo-Pacitan, Kamis (25/12/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bumi Reog Berdzikir (BRB) 2025 yang rutin dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian sosial kepada masyarakat.
Koordinator donor darah, Ibnu Bogon Samsudin, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut dipersiapkan melalui koordinasi dengan berbagai pihak. Panitia bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ponorogo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Sosial dalam penyediaan sarana dan prasarana pendukung.
Ibnu Bogon juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan donor darah hari ini berjalan lancar dan sukses,” ujarnya.
Selanjutnya, Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Ponorogo menutup rangkaian kegiatan Bumi Reog Berdzikir (BRB) 2025 dengan santunan anak yatim piatu yang digelar di Padepokan SH Terate, Jalan Raya Ponorogo-Pacitan, Jumat (26/12/2025).
Kegiatan sosial tersebut diikuti oleh 103 anak yatim piatu yang berasal dari berbagai ranting dan komisariat SH Terate di Kabupaten Ponorogo. Santunan ini menjadi agenda terakhir sekaligus penegasan komitmen SH Terate dalam merawat nilai-nilai kepedulian sosial.
Selain santunan, panitia juga memberikan hadiah spesial kepada salah satu anak penerima santunan yang berulang tahun tepat pada hari pelaksanaan kegiatan. Anak tersebut berasal dari Kecamatan Sawoo, Ponorogo. Momen ini menjadi perhatian para peserta dan menambah suasana haru dalam penutupan rangkaian BRB 2025.
Ketua Panitia BRB 2025, Nur Hamid, S.Pd.I., M.Pd., mengatakan santunan anak yatim piatu merupakan bagian penting dari rangkaian BRB yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan religius dan budaya, tetapi juga sosial kemanusiaan.
“Santunan kali ini diikuti 103 peserta. Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur, di antaranya Prabu Motor, Srikandi Listrik, Lazisnu, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ujar Nur Hamid.
Koordinator Santunan, Alim Nor Faizin, S.IP., M.Si., menjelaskan bahwa seluruh penerima santunan telah melalui proses pendataan berjenjang mulai dari tingkat ranting hingga komisariat.
“Dari 103 peserta ini, seluruhnya dijaring dari ranting dan komisariat. Kegiatan santunan ini merupakan agenda rutin BRB. Kami berharap tahun depan kegiatan seperti ini dapat terus digelar dan semakin luas manfaatnya,” kata Alim.
Sementara itu, Ketua SH Terate Cabang Ponorogo, Moh. Komarudin, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa santunan yatim piatu selaras dengan ajaran dan nilai luhur SH Terate.
“Santunan yatim piatu ini mendidik manusia berbudi luhur. Ini merupakan bentuk perhatian SH Terate Cabang Ponorogo dalam berbagi kepada anak-anak sebagai generasi penerus,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa melalui BRB 2025, SH Terate ingin meneguhkan peran organisasi pencak silat tidak hanya sebagai wadah pembinaan bela diri, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang hadir dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan berakhirnya santunan anak yatim piatu tersebut, rangkaian Bumi Reog Berdzikir 2025 resmi ditutup, meninggalkan pesan kuat tentang sinergi antara spiritualitas, budaya, dan kepedulian sosial dalam bingkai persaudaraan. (Muh Nurcholis)





