dutapublik.com, KUNINGAN – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Lapas Kelas IIA Kuningan melaksanakan Shalat Idul Fitri yang dirangkaikan dengan pemberian Remisi Khusus Hari Raya Tahun 2026 kepada warga binaan pemasyarakatan, Sabtu (21/3). Kegiatan ini menjadi momentum pembinaan spiritual sekaligus pemenuhan hak warga binaan dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.
Shalat Idul Fitri dilaksanakan di Lapangan Blok Atas Lapas Kelas IIA Kuningan mulai pukul 06.30 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, pejabat struktural, JFT, JFU, serta 457 warga binaan pemasyarakatan yang terdiri dari 299 warga binaan blok atas dan 158 warga binaan blok bawah.
Pelaksanaan Shalat Idul Fitri dipimpin oleh H. Iik Ahmad S., kemudian dilanjutkan dengan khutbah Idul Fitri yang menyampaikan pesan tentang makna kemenangan, kesabaran, serta pentingnya memperbaiki diri.
Usai pelaksanaan shalat, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang dibacakan oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali. Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa pemberian remisi khusus Idul Fitri merupakan bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perilaku baik serta aktif mengikuti program pembinaan.
Selanjutnya, dilakukan pemberian Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026 kepada warga binaan. Total penerima remisi mencapai 334 orang, dengan rincian 71 orang menerima remisi 15 hari, 210 orang menerima remisi 1 bulan, 42 orang menerima remisi 1 bulan 15 hari, dan 11 orang menerima remisi 2 bulan.
Pemberian remisi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus berperilaku baik, meningkatkan kedisiplinan, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, menyampaikan bahwa kegiatan Shalat Idul Fitri dan pemberian remisi khusus merupakan bagian dari pembinaan kepribadian serta bentuk perhatian negara terhadap warga binaan.
“Momentum Idul Fitri ini diharapkan menjadi sarana refleksi bagi warga binaan untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Kuningan berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan yang humanis, profesional, dan berkelanjutan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan kondusif serta mencerminkan semangat pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan dan pemenuhan hak warga binaan.
(Haryudi)





