dutapublik.com, BLORA – Masih tingginya angka kematian akibat pandemi Covid-19 di Kabupaten Blora membuat tenaga Pemulasaraan Jenazah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kewalahan. Hal ini pun langsung direspon Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Blora dengan membentuk relawan Pemulasaraan Jenazah.
Pembentukan Relawan dilakukan pada Sabtu (3/7) pagi, di ruang pertemuan Setda Kabupaten Blora yang dipimpin Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, S.T., M.M. Turut hadir Ketua Komisi D DPRD Blora Ahmad Labib Hilmy, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Blora Drs. Sugiyanto, M.Si. dan Ketua Baznas KH. Ali Muhdlor.
Sedangkan Relawan teridiri dari perwakilan beberapa Ormas Keagaamaan dan Organisasi Masyarakat. Mulai NU, Muhammadiyah, LDII, MTA, hingga BAMAG dan PMI.
“Kami mewakili Bapak Bupati Arief Rohman mengucapkan banyak terima kasih atas kesediaan saudara semuanya untuk bergabung menjadi Relawan. Kita tahu ini adalah kerja sosial sekaligus kerja kemanusiaan, karena angka kematian akibat Covid-19 di Blora ini masih tinggi,” ucap Tri Yuli Setyowati.

Menurut Wabup, dalam sehari kemarin (Jumat, 2/7) di Blora ada 15 kasus kematian, baik di RSUD Blora maupun di Rumah Sakit lainnya. Sehingga Tim Pemulasaraan Jenazah harus kerja ekstra. Akibatnya antrian Pemulasaraan Jenazah terjadi hingga jelang sore.
“Kami berharap nantinya Tim Relawan yang akan dikoordinatori langsung oleh Gus Labib (Ketua Komisi D DRPD Blora_red) ini bisa segera dibentuk dan disusun jadwalnya untuk standby dengan system shift di Posko RSUD Blora. Kita sudah sediakan tenda di halaman belakang RSUD,” ucap Wabup yang akrab disapa Mbak Etik ini.
Pihaknya menyampaikan, bahwa Relawan ini terdiri dari SDM yang memang sudah terlatih dan terbiasa melakukan Pemulasaraan Jenazah. Sehingga tinggal diberikan arahan tentang protokol kesehatan dan penggunaan APD nya agar kesehatannya terjamin.
“Sementara ini sudah ada 22 nama yang terdaftar. Nanti bisa ditambah lagi. Untuk yang mengikuti pertemuan hari ini kita fokuskan untuk RSUD Blora. Sedangkan yang RSUD Cepu nanti juga akan kita bentuk. Sehingga bisa di SK kan untuk menerima kesejahteraan. Kita juga ajak perwakilan BAMAG agar ketika ada Jenazah dari non Islam bisa ikut tertangani dengan baik,” imbuhnya.

Tidak hanya Pemulasaraan Jenazah di Rumah Dakit saja, lanjut Etik, Relawan ini nantinya juga mengawal pengiriman Jenazah hingga ke pemakaman. Pemkab akan mengupayakan adanya mobil untuk operasional.
Sementara itu, Ketua Baznas KH. Ali Muhdlor menyambut positif adanya pembentukan Relawan untuk Pemulasaraan Jenazah ini. Pihaknya dari Baznas siap membantu dan mencukupi kebutuhan para Relawan ini.
“Baznas siap untuk turun membantu penanganan ini. Ini semua sebagai bentuk antisipasi. Namun juga harus tetap berdoa semoga Korban Jiwa bisa semakin berkurang,” ungkap Mbah Ali, sapaan akrab KH. Ali Muhdlor.
Adapun Ketua Komisi D DPRD Blora Ahmad Labib Hilmy, yang dipercaya sebagai Koordinator Relawan ini meminta agar pihak RSUD tetap mengutamakan aspek kesehatan para Relawan.

“Kesehatan para Relawan ini harus menjadi hal utama yang diperhatikan. Rumah Sakit tolong untuk memberikan pembekalan terlebih dahulu tentang prokesnya dan penggunaan APD,” ujar Gus Labib.
Hal ini pun langsung direspon dr. Jamil Muhlisin selaku Kabid Pelayanan RSUD dr. R. Soeprapto Blora yang juga hadir dalam pertemuan terbatas itu. Menurutnya, RSUD sangat menyambut baik dan siap bekerja sama dengan para Relawan.
“Kemarin di RSUD kami ada 9 kematian sehingga Petugas Pemulasaraan Jrnazah harus kerja ekstra. Bahkan pernah sehari menangani 15 Jenazah Covid-19. Kondisi seperti ini jika terus berlanjut, kami khawatir tenaga Pemulasaraan bisa kelelahan dan jatuh sakit. Oleh sebab itu dengan adanya Relawan ini maka bisa berbagi tugas sehingga Jenazah bisa segera tertangani dan tidak mengantri lama untuk kemudian dimakamkan,” papar dr. Jamil.
Dengan adanya Posko di RSUD Blora, Relawan nantinya juga bisa diperbantukan ke Rumah Dakit lainnya yang ada di sekitaran Blora Kota dengan menyediakan call center khusus. (ysn)





