Tokoh Masyarakat Cengkong Ajak Warga Bersatu Sukseskan Hajat Bumi Milangkala ke-46, Minta Jangan Dikaitkan Dengan Politik

0

dutapublik.com, KARAWANG – Tokoh masyarakat Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, Jiwa, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Hajat Bumi Milangkala Desa Cengkong ke-46 yang dijadwalkan berlangsung pada 12-13 September 2026.

Menurut Jiwa, kegiatan tersebut merupakan tradisi turun-temurun yang dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan kepada masyarakat, mulai dari kesehatan, keselamatan, rezeki hingga hasil bumi yang melimpah.

“Alhamdulillah, Desa Cengkong akan menggelar Hajat Bumi pada 12-13 September 2026. Saya mengajak seluruh warga, aparatur pemerintah desa, para tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, pemudi, serta seluruh lembaga kemasyarakatan yang ada di Desa Cengkong untuk bersama-sama mendukung dan menyukseskan kegiatan ini,” ujar Jiwa.

Ia menegaskan, Hajat Bumi merupakan kegiatan budaya dan tradisi masyarakat yang tidak boleh dikaitkan dengan kepentingan politik dalam bentuk apa pun.

“Kegiatan ini murni sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan. Jadi, jangan sampai ada pihak yang menggiring opini seolah-olah Hajat Bumi berkaitan dengan agenda politik tertentu. Itu sama sekali tidak benar,” tegasnya.

Jiwa mengaku prihatin masih adanya segelintir pihak yang dinilai belum menunjukkan sikap dewasa dalam menyikapi pelaksanaan Hajat Bumi. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar, namun tidak seharusnya diwujudkan dengan menyebarkan prasangka buruk, fitnah, maupun opini yang dapat memecah persatuan warga.

“Sebagai masyarakat yang hidup dan mencari nafkah di Desa Cengkong, sudah sepatutnya kita bersyukur dan menjaga kebersamaan. Jangan sampai karena perbedaan kepentingan, kita justru mengorbankan tradisi yang menjadi warisan leluhur,” katanya.

Ia juga meluruskan bahwa Hajat Bumi tidak ada kaitannya dengan agenda Pesta Rakyat Desa Cengkong yang rencananya akan digelar pada November 2026. Kedua kegiatan tersebut merupakan agenda yang berbeda sehingga tidak tepat jika dicampuradukkan.

Selain sebagai bentuk rasa syukur, Jiwa menilai Hajat Bumi menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antarmasyarakat.

“Melalui kegiatan ini kita bisa berkumpul, saling mengenal, mempererat persaudaraan antara masyarakat dengan perangkat desa, para tokoh, hingga seluruh elemen yang ada di Desa Cengkong. Nilai kebersamaan inilah yang harus terus kita jaga,” ucapnya.

Jiwa mengaku merasa bangga karena tahun ini Hajat Bumi akan digelar dengan skala yang lebih besar dan diisi berbagai kegiatan seni budaya.

Berdasarkan informasi panitia, Milangkala Desa Cengkong ke-46 Hajat Bumi akan menghadirkan berbagai pertunjukan budaya Indonesia, di antaranya tari kolosal, pencak silat, pameran palawija, serta berbagai atraksi seni tradisional sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.

Di akhir keterangannya, Jiwa mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing.

“Kalau belum bisa membantu dengan materi, bantulah dengan tenaga. Jika belum mampu dengan tenaga, berikan ide dan pemikiran yang membangun. Dan bila belum bisa juga, mari kita doakan bersama agar seluruh rangkaian Hajat Bumi Milangkala Desa Cengkong ke-46 berjalan lancar, aman, sukses, serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Desa Cengkong,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *