Paguyuban Suku Sunda Di Riau Berikan Kujang Kian Santang Dan Ikat Kepala Hitam Kepada T. Rusli Ahmad

530

dutapublik.com, PEKANBARU – Pada Selasa (27/7) malam, Kediaman Ketua Umum DPP Santri Tani Nahdatul Ulama menerima kedatangan Tokoh dan Ketua dari Paguyuban masyarakat Mitra Sunda yaitu Eyang H. Surahmat dan rombongan.

Pada acara silaturahmi tersebut, keseluruhan tamu dan awak media yang hadir mendapat jamuan makan malam bersama. Dalam acara makan malam bersama tersebut terlihat jelas keakraban dan kekeluargaan yang kental diantara para Tokoh Masyarakat tersebut yang mana disela makan malam, terjadi perbincangan ringan seputar perkembangan Santri Tani dan Nahdatul Ulama.

Setelah Acara makan malam, perbincangan di antara para Tokoh Masyarakat mulai menjurus kepada Adat Budaya, Logat Bahasa dan Tata Etika.

Eyang H. Surahmat kepada awak media menerangkan, bahwa Kujang dan Ikat Kepala merupakan bagian dari ciri khas masyarakat Sunda selain dari kelembutan berbicara, kesopan santunan dan keberanian.

Kita bisa mengingat kepada Raja Padjajaran dahulu yaitu Prabu Siliwangi yang penuh kearifan dan kebijaksanaan selain kesaktiannya yang tiada dua,” katanya.

Diceritakannya, selain Prabu Siliwangi, masih ada Prabu Kian Santang yang sudah beragama Muslim yang juga adalah Tokoh panutan dari masyarakat Sunda Dan kedatangan pihaki Paguyuban Mitra Sunda, setelah melalui perundingan bersama pengurus Paguyuban, akhirnya sepakat ingin memberikan Kujang Kian Santang dan Ikat kepala kepada T. Rusli Ahmad.

“Diikarenakan beliau adalah seorang pemimpin yang telah berbuat dan bukan sekedar berbicara dan juga kita mengetahui bahwa Istri beliau adalah putri kami dari Suku Sunda. Begitu pula sebaliknya, kami juga adalah masyarakat Riau yang berasal dari suku Sunda.”

“T. Rusli Ahmad kami anggap adalah termasuk salah satu Tokoh dari masyarakat Riau dan sebagai seorang pemimpin, pasti beliau juga memiliki begitu banyak permasalahan dan lawan, itu pasti. Bagi masyarakat Sunda, kita selalu mengedepankan perdamaian, mengalah dan bersabar, tetapi jika sudah sampai beberapa kali, maka senjata adalah jalan terakhirnya,” ungkapnya.

Sementara itu, T. Rusli Ahmad beserta Istri menyambut baik dan menerima pemberian Ikat Kepala dan Kujang yang bukan bisa diberikan kepada sembarang orang dan hanya dapat diberikan kepada orang tertentu yang pas dan layak dari Eyang H. Suratman selaku Ketua Paguyuban Mitra Sunda Riau tersebut.

“Saya merasa bangga dan terharu atas pemberian kehormatan ini, yang mana Ikat Kepala dan Kujang sebagai simbol dan ciri khas Masyarakat Sunda langsung dipakaikan dan diserahkan oleh Eyang H. Suratman tokoh dan Pemimpin Masyarakat Sunda di Riau.”

“Dan kedepan melalui kegiatan bersama dalam pengembangan Pondok Pesantren milik Masyarakat Sunda, Santri Tani akan bersinergi dan melakukan kerja sama usaha dan bantuan bibit Aren untuk setiap Pondok Pesantren milik Paguyuban Mitra Sunda,” pungkas T. Rusli Ahmad selaku Ketua Umum Santri Tani NU. Sumber Erick. (iwan ridwan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *