dutapublik.com, KARAWANG – Kurangnya kuota vaksinasi di Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat, membuat Plt. Kapuskes H. Ari Maulana, S.K.M., mencari solusi untuk memenuhi kekurangan kuota.
Solusi yang diupayakan oleh H. Ari, yaitu dengan cara berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, salah satunya Pengalihan vaksinasi Praktik Mandiri Bidan (PMB).
Hal itu yang disampaikan H. Ari ketika ditemui oleh awak media dutapublik.com, saat dirinya memantau vaksinasi di Desa Pulokalapa dan Desa Pulomulya.
“Antusias masyarakat kan cukup tinggi untuk ikut vaksinasi, sementara kita masih kekurangan vaksin. Alhamdulillah setelah kita negosiasi, dari Dinkes mendapatkan vaksinasi selama satu minggu ini,” katanya, pada Sabtu (4/9).
Dikatakan H. Ari, Kecamatan Lemahabang tidak mendapatkan kuota vaksinasi PMB, namun vaksinasi kali ini dapat pengalihan vaksin PMB dari Kecamatan Pedes sebanyak 250 vial.
“Walaupun Kecamatan Lemahabang tidak kebagian vaksin PMB, karena memang kita tidak punya PMB. Namun untuk hari ini kita mendapatkan jatah kelebihan vaksin PMB Tahap I dari Kecamatan Pedes untuk 500 orang,” ungkapnya.
Dari dosis yang disediakan, Ia pun menyampaikan rincian vaksinasi yang dilaksanakan pada hari ini.
“Desa Pulomulya, Dosis 1 sebanyak 258 vaksin dari akun PMB, Dosis 2 sebanyak 16 vaksin dari akun Puskesmas. Totalnya jadi 274 vaksin. Sedangkan untuk Desa Pulokalapa Dosis 1 sebanyak 256 vaksin dari akun PMB, Dosis 2 sebanyak 10 vaksin dari akun Puskesmas. Totalnya jadi 266 vaksin.”
“Jadi, jumlah keseluruhan untuk Dosis 1 sebanyak 514 vaksin dari akun PMB, Dosis 2 sebanyak 26 vaksin dari akun Puskesmas. Jumlah keseluruhan Dosis 1 dan 2 sebanyak 540,” sebutnya.
Untuk vaksinasi anak sekolah, Ia menyampaikan, bahwa pada Senin (6/9), pihak Puskesmas akan menggelar BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) yang bertempat di setiap Sekolah Dasar sesuai jadwal.
“Mulai Senin, kita akan melaksanakan BIAS vaksin rutin, namun bukan vaksin Covid-19. Diperuntukan bagi siswa kelas 1 sampai kelas 3 SD,” pungkasnya. (Nendi Wirasasmita)





