dutapublik.com, KARAWANG – Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) atau Modernisasi Irigasi Strategis dan Program Rehabilitasi Mendesak. Pengelolaannya ada pada lintas empat Kementerian dan Lembaga, yaitu Bappenas, Kementan, Kementerian PUPR dan Kementerian Dalam Negeri.
Tujuan dari Program SIMURP, salah satunya yaitu untuk terwujudnya sistem irigasi berkelanjutan melalui revitalisasi pengelolaan irigasi, peningkatan pengaturan kelembagaan, serta peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia pengelolaan irigasi.
Berkenaan dengan itu, Tim Pendamping Masyarakat (TPM) wilayah Kabupaten Karawang, pada Minggu (19/9), menggelar sosialisai yang bertajuk Kemendagri Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Pembentukan/Revitaliasasi dan Pembahasan/Penetapan AD/ART Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) wilayah Daerah Irigasi Jatiluhur, Regional Karawang, Jawa Barat.
Kegiatan sosialisasi tersebut, dilaksanakan di salah satu kediaman Ketua P3A Desa Pulokalapa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat, dan turut dihadiri oleh Perwakilan dari 4 kelompok P3A yang ada di Desa Pulokalapa, dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan.
Dalam kesempatan itu, Taufikurahman, Personel TPM yang hadir dalam sambutannya menyampaikan, bahwa tujuan kedatangannya ke Desa Pulokalapa adalah untuk sosialiasi dan revitaliasasi Kelompok P3A.

Keterangan Gambar 2 : Taufikurahman, Personel TPM Program SIMURP Saat Menyampaikan Sosialisasi
“Perkenalkan kami dari Tim Pendamping Masyarakat (TPM_red) dari program SIMURP akan memberikan sosialisasi dan revitalisi kelompok P3A. Yang mana program ini sampai dengan tahun 2024. Adapun di situ, kalau di P3A itu wilayahnya untuk saluran Irigasi Tersier, kalau saluran Irigasi Sekundernya adalah Pondok Utara,” ujarnya.
Saat ini, lanjut Taufik, kedatangan pihak TPM yaitu untuk pendampingan awal lagi terhadap para kelompok P3A.
“Kebetulan saat ini, kita mulai lagi pendampingan awal. Artinya kita start duluan. Kemarin kita kan cari data ke bawah dengan berkoordinasi ke kelompok P3A Sarimulya Pulokalapa yang telah aktif dan rutin dalam kegiatan,” terangnya.
Dikatakan Taufik, tujuan dari sosialisasi tersebut untuk mendapatkan kepastian kelompok baru yang akan dibentuk oleh warga Desa Pulokalapa untuk mendukung program SIMURP nantinya.
“Tujuannya adalah revitalisasi, karena data kelompok P3A yang baru ini sudah ditunggu oleh pihak Kemendagri dan Kemenhukam agar segera terinvetarisasi,” sebutnya.
Menurut informasi, lanjut Taufik, program SIMURP tersebut akan terealisasi pada tahun 2023 mendatang.

Keterangan Gambar 3 : Perwakilan 4 Kelompok P3A Desa Pulokalapa Saat Mengikuti Sosialisasi
“Kalau informasi dari Pusat, rencananya sementara pada tahun 2023. Karena saat ini sedang pengkajian Gambar Project. Jika sudah selesai kajian, itu langsung dilaksanakan realisasi,” tuturnya.
Ia pun berharap, nantinya kelompok P3A yang sudah dibentuk akan terlibat dalam kegiatan realisasi SIMURP.
“Ke depan diharapkan di tahun 2022 nanti sudah tidak ada lagi pembentukan susulan Kelompok P3A. Karena program ini harus disegerakan terealisasi kegiatannya di tahun 2023. Pada saat itu nanti, kelompok P3A yang sudah dilegalitaskan akan ikut dalam realisasi kegiatan,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh TPM, yang terdiri dari Taufikurahman, Eko Prasetiyo Wibowo, Niken Hani Agustianti, Indra Ahmad Faridi, Rojak Himawan dan Diki Satiya Nugraha.
Sedangkan perwakilan Kelompok P3A yang hadir, adalah Kelompok P3A Sarimulya Pulokalapa, Kelompok P3A Wira Tani Pulokalapa, Kelompok P3A Suara Tani Pulokalapa dan Kelompok P3A Dusun Empat Pulokalapa. (Nendi Wirasasmita)





