Ocep Dan Usaha Pembesaran Ikan Koi Di Desa Kertamukti

480

dutapublik.com, KARAWANG – Pandemi COVID-19 yang selama ini melanda, membuat aspek perekonomian warga sangat dirasakan imbasnya, terutama warga yang tinggal di Pedesaan.

Untuk mengantisipasi hal itu, salah seorang warga bernama Ocep (45) yang merupakan warga Desa Kertamukti Kecamatan Cilebar Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat, harus memutar otak agar tetap bisa menutup kebutuhan hidup.

Ocep menuturkan, saat ini dirinya beralih dengan membuat terobosan usaha pembesaran Ikan Koi, yang sebelumnya memnggeluti usaha di bidang pemancingan umum.

“Semenjak adanya COVID-19, pemanncingan saya sepi dan akhirnya saya tutup. Alhamdulillah sekarang saya beralih usaha pembesaran Ikan Koi,” ujarnya.

Dirinya menceritakan awal mula usaha pembesaran Ikan Koi yang sekarang ditekuninya.

“Saya sempat bingung, karena usaha pemancingan saya tutup. Namun setelah ada masukan dari teman, akhirnya saya jalani usaha ini,” tuturnya.

Keterangan Gambar 2: Ocep Bersama Kades Warnadi Saat Kegiatan

Lanjut Ocep, empang miliknya yang dulu dibuka untuk pemancingan, kini digunakan sebagai tempat pembesaran Ikan Koi.

“Bibit Ikan Koi saya beli dari Bos, terus saya besarkan, setelah Ikan Koinya besar, Bos kembali membelinya,” jelasnya.

Dikatakan Ocep, pembesaran Ikan Koi tersebut membutuhkan waktu antara 3-4 bulan ke masa panen dan dari hasil usaha tersebut, perekonomian keluarganya kembali meningkat.

“Ikan Koi ini, ketahanan hidupnya lebih baik dari pada ikan hias lainnya. Paling yang menjadi kendala adalah Hama Alam, seperti Ikan Gabus dan Ular. Jadi itulah yang harus rajin dipantau,” terangnya.

Sementara, Kades Kertamukti Warnadi, saat meninjau usaha Ocep, dirinya memberikan apresiasi kepada Ocep yang sudah memberikan contoh positif dalam menyikapi kesulitan di masa Pandemi COVID-19.

“Saya bangga kepada Pak Ocep atas upayanya merintis usaha pembesaran Ikan Koi ini. Ini patut dicontoh oleh yang lain dengan harapan bisa memperbaiki tarap hidup masyarakat Desa Kertamukti,” pungkasnya. (Nendi Wirasasmita)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *