Warganya Tersandung Kasus Gara-Gara Marahi Suami Doyan Miras, Robert: Saya Doakan Cellica Insyaf Agar Tidak Tergolong Pemimpin Zalim

877

dutapublik.com, KARAWANG – Kasus pidana yang terjadi di dalam rumah tangga Valencya dengan suaminya dan berujung ke meja hijau saat ini menjadi sorotan nasional. Bahkan akibat kasus ini sejumlah pejabat Kejaksaan dicopot dari jabatannya karena dianggap bekerja tidak sesuai prosedur.

Menyikapi masalah ini, Aktivis Karawang, A. Tatang Robert mengatakan  kasus Valencya yang memarahi suaminya yang doyan mabuk sehingga suaminya menjadi korban kekerasan psikis harusnya menjadi cambuk bagi Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dalam mengurus rakyatnya terutama yang sedang tersandung kasus hukum.

Kata Robert, Cellica selaku Bupati harusnya cekatan dalam mengurus rakyat, apalagi dalam kasus Valencya ini, di mana lebih dikedepankan asas restoratif justice.

“Ini bukti bahwa Cellica yang koar-koar sukses membangun Karawang tidak becus urus rakyatnya. Seharusnya kasus Valencya ini tidak terjadi seandainya Cellica sering berkomunikasi dengan APH (Aparat Penegak Hukum),” ujar Robert kepada dutapublik, Rabu (17/11).

Akibat adanya pembiaran dari Cellica, tambah Robert, sehingga kasus yang seharusnya bisa diselesaikan melalui jalur perdamaian ini malah lolos ke Pengadilan.

“Saya menegaskan Cellica adalah pemimpin rakyat Karawang. Ia seharusnya cekatan terhadap setiap masalah hukum rakyatnya terutama kasus-kasus seperti Valencya yang seharusnya selesai di ranah perdamaian para pihak,” ungkapnya.

Robert mengatakan, bukan berarti kelakuan Valencya memarahi suaminya bisa dianggap hal yang wajar dan tidak bisa dihukum. Valencya, kata Robert, juga harus dihukum. Namun tidak perlu lama minimal satu minggu dibui juga dipastikan ada efek jera terhadapnya.

Namun yang jadi persoalan, menurut Robert, di sini Jaksa malah menuntut 1 tahun dan tidak sesuai dengan kadar kesalahan Valencya.

Kalau Valencya malah dibebaskan oleh Hakim nanti, lanjut Robert, malah jadi preseden buruk juga bagi para suami, karena nantinya para istri akan seenaknya memperlakukan suami.

Hal ini juga harus diperhatikan, sehingga minimal Valencya harus dibui walaupun seminggu agar timbul azas keadilan bagi semua pihak.

“Ini kan Jaksanya konyol menuntut Valencya di luar kadar kesalahan sehingga malah jadi masalah. Seharusnya tidak sampai setahun tuntutannya. Namun Valencya juga harus di penjara mau sehari bahkan seminggu supaya ada efek jera,” ungkapnya.

Selanjutnya Robert menerangkan, bahwa selama ini perhatian Cellica lebih fokus dalam menyelamatkan anak buahnya (ASN) yang diduga terlibat dalam kasus korupsi dari pada masyarakatnya yang terlibat kasus pidana umum.

“Saya tahu Cellica selama ini cekatan dalam koordinasi dengan para APH jika anak buahnya dari ASN dilaporkan dalam kasus dugaan korupsi. Koordinasi sana sini untuk mensumirkan kasus korupsi yang diduga dilakukan anak buah. Sementara rakyatnya yang diduga terlibat pidana umum, hampir gak pernah Cellica terlihat peduli dan ikut membantu menyelesaikannya secara restoratif justice,” katanya.

Di akhir wawancara, Robert menegaskan, semua kejadian Valencya dan yang sejenisnya merupakan bagian dosa Cellica dan harus dipertanggungjawabkan di akhirat nanti.

Dikatakan Robert, jangankan yang merasa dianiaya oleh hukum seperti Valencya, ada satu rakyat Karawang saja kelaparan juga ikut menambah dosa-dosa Cellica.

“Saya doakan Cellica segera insyaf agar tidak menumpuk dosa akibat lalai mengurus rakyat. Saya cuma bisa berdoa dia sadar agar tidak menjadi penghuni neraka nantinya bersama para pemimpin zalim yang tidak peduli dengan rakyatnya,” pungkasnya. (uya)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *