dutapublik.com, BLORA – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora Polda Jawa Tengah berhasil menangkap 3 orang warga Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Ketiganya adalah S (43), MOS (33) dan MUS (27).
Ketiga warga Kecamatan Ngasem Bojonegoro tersebut, ditangkap lantaran diduga melakukan Tindak Pidana melarikan orang dari suatu tempat dengan maksud melawan hak akan membawa orang itu di bawah kekuasaan sendiri atau di bawah kekuasaan orang lain dan atau melakukan kekerasan terhadap orang di muka umum, sesuai pasal 328 KUHP dan atau 170 (1) KUHP.
Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama, S.I.K., melalui Kasat Resksrim AKP Setiyanto, S.H., M.H., pada Rabu, (29/12) di halaman belakang Mapolres Blora.
Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata otak dari pelaku penculikan adalah suami korban sendiri, yang saat ini masih dalam proses perceraian.
Kejadian berawal dari laporan Wagini (45) seorang warga Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora pada Kamis (23/12) lalu yang merupakan Ibu dari korban.
Setiyanto, saat didampingi Kanit 1 Tindak Pidana Umum Ipda Imam Setiawan, S.H. menyampaikan, bahwa penculikan ini sudah direncanakan oleh para Tersangka.
Awalnya tersangka MOS (27) yang merupakan suami korban meminta bantuan MOS (33) untuk mencarikan orang yang mau dibayar untuk mendapat tugas menculik korban SNW (22) yang merupakan istri MOS saat ini dalam proses perceraian dengan iming-iming upah sebesar Rp. 50.000.000,00 (Lima Puluh Juta Rupiah).
Setelah itu, Tersangka MOS mengajak tersangka S untuk mencari 3 orang lagi. Setelah mendapatkan orang yang mau melakukan tugas tersebut kemudian Tersangka MOS mengajak berkumpul para Tersangka lain untuk merencanakan penculikan tersebut.
Awalnya Tersangka akan melakukan penculikan pada Senin (20/12) malam di rumah korban, namun tidak berhasil. Kemudian pada Kamis (23/12), Tersangka mencoba melakukan penculikan lagi dan kali ini berhasil.
“Adapun kronologis penculikan, pada Kamis (23/12) pagi, para Tersangka sudah menunggu korban di depan Pengadilan Negeri Agama Blora pada saat itu digelar sidang perceraian korban dengan Tersangka,” kata Setiyanto.
Lanjut Setiyanto, setelah mengetahui korban selesai sidang dan akan pulang menuju rumahnya di Kecamatan Kradenan, para Tersangka membuntuti kendaraan yang ditumpangi oleh korban dan Tersangka MOS membuntutinya di belakang dengan menggunakan sepeda motor bersama temannya.
“Saat sampai di Jalan Blora Randublatung turut desa Semanggi Kecamatan Jepon Kabupaten Blora, setelah para pelaku menganggap situasi aman, kemudian para pelaku langsung menyalip mobil korban dan saat itu mobil Tersangka langsung menghadang di depan mobil korban,” ungkapnya.
Dikatakan Setiyanto, pelaku turun dari mobil sambil membawa senjata tajam dan dengan alat masing-masing langsung menghampiri korban bersama rombongan.
Dalam upaya paksa membawa korban (SNW) para Tersangka mengancam para korban dengan senjata tajam berupa celurit dan pedang. Bahkan dalam upaya paksa Tersangka juga menyetrum korban dengan alat strum yang sudah disiapkan.
Akhirnya korban SNW berhasil dibawa dengan kendaraan Tersangka ke arah Randublatung dan tersangka MOS mengamati dari kejauhan. Selanjutnya korban SNW diserahkan kepada Tersangka MOS dan Tersangka diberikan uang sesuai kesepatakan sebesar 50 juta rupiah.
“Selama disekap oleh suaminya, SNW diajak bersembunyi dengan berpindah pindah tempat dari hutan kayu putih kemudian berpindah lagi ke kandang ayam dan pindah lagi ke gubuk persawahan jagung di wilayah kabupaten Bojonegoro,” paparnya.
Setelah menerima laporan, lanjut Setiyanto, Satreskrim Polres Blora langsung melakukan penyelidikan dan tak butuh waktu lama akhirnya Tim Resmob Satreskrim Polres Blora berhasil mengamankan 3 Tersangka pada hari Kamis (23/12) pukul 16.30 WIB.
Selain mengamankan tersangka, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 buah pedang dan 1 buah Hand Phone Merk Samsung warna biru dari Tersangka Mus, 1 unit Hand Phone Merk Oppo dan uang upah sebesar 11 juta 50 ribu rupiah dan 1 unit Hand Phone merk Samsung warna putih.
“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Tersangka dijerat pasal 328 KUHP dan atau 170 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara. Dan 3 Tersangka lainnya masih dalam penyelidikan,” pungkasnya. (Ysn)





