Hati-Hati Pelaku Hipnotis Kembali Beraksi Di Awal Tahun 2022, Motor Warga Desa Kutakarya Raib Digondol Tanpa Sadar

720

dutapublik.com, KARAWANG – Awal tahun 2022, yang seharusnya menjadi lembaran baru bagi semua namun tidak bagi JR warga Desa Kutakarya Kecamatan Kutawaluya Karawang.

Di awal tahun baru ini bagi JR baru terkena musibah. Ia baru saja terkena hipnotis. JR sampai detik ini masih syok berat atas kejadian hipnotis yang menimpa dirinya serta mengakibatkan kerugian harta benda yang raib dibawa pelaku.

Saat dimintai keterangan dari korban (JR) menuturkan harta yang dibawa pelaku hipnotis yaitu satu unit motor merk Scoopy nopol T 6551 SA, handphone, perhiasan yang melekat di banda korban, serta uang cash dan jika ditotal kerugian korban mencapai hampir Rp30 juta rupiah.

Selanjutnya JR menyampaikan kepada awak media awal kejadiannya. Dimulai
pada hari Minggu tanggal 2 Januari 2022 sekitar Jam 09.00 atau 10.00 WIB, ia dan pelaku bertemu di wilayah Kecamatan Rengasdengklok tepatnya di sekitaran Jalan Raya Utama Rengasdengklok

Dari Rengasdengklok pelaku mengajaknya ke arah Karawang Kota
untuk makan di restoran. Selesai makan JR diajak pergi kembali ke arah Telukjambe untuk membeli buah-buahan sesampainya di lokasi penjual buah-buahan, pelaku pergi berpura-pura akan membeli minuman. Akan tetapi, sampai sekian lama pelaku tidak kembali lagi kepada JR yang ditinggalkan sendirian.

Hingga akhirnya JR tersadarkan oleh pedagang buah yang bertanya kepadanya kenala suaminya lama sekali datang dan ia pun akhirnya tersadarkan. pada saat itu, serta mejawab jika itu bukan suami namun hanya sebatas rekan/pacar.

Saat dimintai keterangan di rumah korban, Kepala Dusun Anwari Rahman atas kejadian yang menimpa warganya berharap dan memohon untuk masyarakat Desa Kutakarya harus hati-hati dengan modus dunia maya jangan gampang percaya dengan orang yang baru di kenal.

“Kalau mau berpergian jangan membawa perhiasan dan jangan pakai perhiasan yeng mencolok juga jangan bawa uang banyak-banyak,” ucap Kadus Anwari.

Kadus Anwari juga memohon kepada Kepolisian melalui Kapolres Karawang serta jajaran cyber atau reskrim, agar memasang papan himbauan di wilayah tertentu dengan isi himbauan “Awas modus dunia maya dan hipnotis”. Hal ini kata Anwari merupakan langkah antisipasi agar kejadian semacam ini tidak terulang.

Di lokasi yang sama Kepala Desa Kutakarya H. Hendri yang datang mengunjungi kediaman korban
saat dimintai keterangan terkait dengan adanya kejadian warganya yang terhipnotis, ia menyampaikan, turut berbela sungkawa atas kejadian ini.

“Semoga korban diberikan kekuatan , iman dan kesabaran dalam menjalani kejadian ini,” ucapnya.

Selanjutnya H. Hendri menambahakan kejadian seperti ini bisa dijadikan pelajaran bagi semua khususnya warga Kutakarya umumnya masyarakat karawang. 

Untuk itu ia menghimbau bagi siapapun warga Desa Kutakarya dan masyarakat lainnya agar perlu kehatian-hatian dalam berkomunikasi di media sosial fb dan media sosial WhatsApp serta media lainya.

“Dalam membangun komunikasi dan informasi perlu kehati-hatian, apalagi perkenalan kepada seseorang
apalagi kepada orang yang baru kita kenal dan belum kita kenal. Apalagi sampai ketemuan. Di zaman sekarang yang serba digital bisa saja semua hal-hal di luar dugaan bisa terjadi. Bukan karena niat di awal, akan tetapi karena adanya kesempatan maka mudah bagi mereka mereka melakukan di luar hal yang tidak baik. Apalagi yang sudah di rencanakan,” ujar H. Hendri.

“Semoga atas kejadian ini bisa kita ambil hikmah dan pelajaran kedepan lebih baik dan bijak dalam berkomunikasi dengan siapapun. Dan jika akan ada atau mau pertemuan sebaiknya di rumah saja atau ada yang menemani dan mendampingi untuk antisipasi hal-hal yang tidak di ingin terjadi,” sambungnya.

H. Hendri berharap jajaran Kepolisian Sektor Rengasdengklok dan Polres Karawang bisa secepatnya untuk melakukan investigasi dengan data-data yang sudah diinformasikan oleh pemerintah Desa.

“Harapan kami sebagai pemerintah Desa pelaku bisa segera tertangkap dan harta benda korban bisa kembali lagi. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi di wilayah kami khususnya umumnya wilayah Karawang dan sekitarnya,” pungkas H. Hendri. (bunsal/radi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *